Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan strategi guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam mengatasi prokrastinasi akademik siswa melalui penerapan teknik self-management di MTs Negeri 12 Boyolali. Permasalahan prokrastinasi akademik yang ditunjukkan melalui kebiasaan menunda tugas, terlambat mengumpulkan tugas, serta kurang fokus belajar akibat bermain game dan media sosial, ditemukan pada beberapa siswa kelas VIII di madrasah tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus yang melibatkan guru BK, wali kelas, serta lima siswa sebagai informan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dengan uji keabsahan melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru BK mencakup proses identifikasi masalah, pendekatan personal, pemberian layanan BK, evaluasi, monitoring, serta koordinasi dengan wali kelas. Sementara itu, penerapan teknik self-management dilaksanakan melalui tiga tahapan penting, yaitu self-monitoring, self-evaluation, dan self-reinforcement. Melalui proses pendampingan tersebut, ditemukan adanya perubahan positif pada diri siswa, berupa meningkatnya kesadaran dalam mengatur waktu dan menentukan prioritas, tumbuhnya sikap yang lebih bertanggung jawab terhadap tugas akademik, serta berkurangnya kebiasaan menunda pekerjaan. Temuan ini menegaskan bahwa strategi guru BK yang dipadukan dengan teknik self-management dapat menjadi bentuk pendampingan yang efektif dalam membantu siswa mengatasi prokrastinasi akademik.
Copyrights © 2026