Perkembangan identitas diri merupakan bagian penting dalam pertumbuhan anak sekolah dasar karena berkaitan dengan kemampuan anak memahami karakteristik, kemampuan, dan posisi dirinya dalam lingkungan sosial. Salah satu lingkungan yang berperan dalam proses tersebut adalah kelompok teman sebaya. Artikel ini bertujuan menganalisis perkembangan identitas diri anak sekolah dasar melalui interaksi teman sebaya serta mengidentifikasi peran lingkungan sekolah dalam mendukung proses tersebut. Penelitian menggunakan metode library research dengan menganalisis berbagai literatur ilmiah yang relevan mengenai perkembangan identitas diri, konsep diri, interaksi teman sebaya, penerimaan sosial, dan perkembangan sosial-emosional anak. Data dianalisis secara deskriptif-analitis melalui proses seleksi, pengelompokan, interpretasi, dan sintesis berbagai temuan literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa interaksi teman sebaya memberikan kontribusi terhadap perkembangan identitas melalui pengalaman penerimaan sosial, pemberian umpan balik, perbandingan sosial, kerja sama, serta pengalaman menjalankan berbagai peran dalam kelompok. Interaksi positif dapat memperkuat kepercayaan diri dan konsep diri, sedangkan penolakan, pengucilan, tekanan kelompok, dan perundungan berpotensi menghambat perkembangan identitas. Guru dan sekolah memiliki peran strategis dalam menciptakan lingkungan sosial yang aman, inklusif, dan suportif bagi perkembangan identitas anak.
Copyrights © 2026