Penelitian ini mengkaji bencana alam di Jawa Tengah dengan fokus pada banjir di Surakarta tahun 1951–1953 dan letusan Gunung Merapi tahun 1954. Penelitian ini bertujuan untuk memahami respons sosial masyarakat, bentuk bantuan pemerintah, serta proses pemulihan sosial pascabencana. Metode yang digunakan adalah metode sejarah melalui tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi dengan memanfaatkan surat kabar sezaman, laporan resmi, serta sumber sekunder. Pendekatan yang digunakan adalah sosiologi. Analisis diperkuat dengan teori kerentanan sosial yang menekankan bahwa dampak bencana ditentukan oleh kondisi sosial sebelum bencana terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banjir dan erupsi tidak hanya dipicu oleh faktor alam, tetapi juga oleh kerusakan lingkungan, ketimpangan tata ruang, dan keterbatasan kapasitas negara. Di sisi lain, praktik gotong royong, solidaritas sosial, dan respons negara melalui bantuan material maupun simbolik menjadi bagian penting dalam pemulihan masyarakat terdampak.
Copyrights © 2025