Jurnal Sejarah dan Budaya
Vol 19, No 2 (2025): Tema Alternatif dalam Historiografi Indonesia

Respon sosial terhadap bencana alam di Surakarta dan Yogyakarta, 1951–1954

Yoga Difa Perdana (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)
Awalia Rahma (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)
Imas Emalia (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)



Article Info

Publish Date
31 Dec 2025

Abstract

Penelitian ini mengkaji bencana alam di Jawa Tengah dengan fokus pada banjir di Surakarta tahun 1951–1953 dan letusan Gunung Merapi tahun 1954. Penelitian ini bertujuan untuk memahami respons sosial masyarakat, bentuk bantuan pemerintah, serta proses pemulihan sosial pascabencana. Metode yang digunakan adalah metode sejarah melalui tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi dengan memanfaatkan surat kabar sezaman, laporan resmi, serta sumber sekunder. Pendekatan yang digunakan adalah sosiologi. Analisis diperkuat dengan teori kerentanan sosial yang menekankan bahwa dampak bencana ditentukan oleh kondisi sosial sebelum bencana terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banjir dan erupsi tidak hanya dipicu oleh faktor alam, tetapi juga oleh kerusakan lingkungan, ketimpangan tata ruang, dan keterbatasan kapasitas negara. Di sisi lain, praktik gotong royong, solidaritas sosial, dan respons negara melalui bantuan material maupun simbolik menjadi bagian penting dalam pemulihan masyarakat terdampak.

Copyrights © 2025