Banjir masih menjadi permasalahan lingkungan dan kesehatan yang berulang di Kelurahan Terondol. Wilayah ini selalu tergenang air dengan ketinggian mencapai 0.5–1 meter yang berdampak pada aktivitas masyarakat, kerusakan lingkungan, serta meningkatnya risiko penyakit saat banjir. Kondisi ini dipicu oleh perubahan fungsi lahan dari area persawahan menjadi permukiman tanpa diimbangi sistem drainase yang memadai, topografi wilayah yang lebih rendah, terputusnya saluran drainase sejak 2013–2014 yang belum mendapatkan penanganan optimal dari pihak berwenang, serta sumbatan sampah domestik dan vegetasi liar dari tindakan masyarakat. Hal tersebut menunjukkan bahwa kesiapsiagaan masyarakat terhadap banjir masih terbatas yang juga diperberat dengan keterbatasan sistem peringatan diri banjir, kapasitas layanan kesehatan, peran komunitas dalam mitigasi bencana. Namun, masyarakat juga memiliki potensi sosial berupa rutinitas gotong royong serta kehadiran kader posyandu yang aktif, sehingga dapat menjadi modal sosial dalam penguatan mitigasi bencana berbasis komunitas. Program Resiliensi Tirta diusulkan sebagai model integratif mitigasi banjir berbasis komunitas dapat meningkatkan ketangguhan masyarakat. Program ini terdiri dari lima komponen utama, yaitu Flood Care melalui peningkatan literasi kebencanaan dan kesehatan, Flood Alert melalui pengembangan sistem peringatan dini hidrometeorologi, Eco Resist melalui peningkatan kapasitas resapan air, Flow Guard melalui peningkatan pengelolaan drainase permukiman, dan Health Shield melalui peningkatan ketahanan kesehatan melalui edukasi. Program ini dilaksanakan melalui identifikasi masalah, edukasi dan pelatihan masyarakat, implementasi intervensi lingkungan dan kesehatan, pembentukan kader komunitas, serta monitoring dan evaluasi melalui pre-test dan post-test. Luaran yang diharapkan berupa terbentuknya kader tangguh banjir, sistem peringatan dini berbasis komunitas, kapasitas resapan air lingkungan, sistem pengelolaan drainase partisipatif, serta peningkatan pengetahuan dan kesiapsiagaan mitigasi banjir masyarakat.
Copyrights © 2026