ABSTRAKPenelitian ini dilakukan pada Jalan Medan–Banda Aceh, Simpang Cibrek, Kecamatan Syamtalira Aron, Kabupaten Aceh Utara. adapun permasalahan yang ditinjau untuk mengevaluasi kinerja lalu lintas simpang tidak bersinyal Empat Lengan Metode yang digunakan mengacu pada Panduan Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023, dengan data primer berupa volume lalu lintas, tipe kendaraan, dan dimensi geometrik simpang, dan data sekunder berupa jumlah penduduk dan kondisi lingkungan sekitar. serta volume lalu lintas yang diambil dengan survei selama 3 hari yaitu Selasa, Rabu dan Kamis pada jam operasional 08.00 – 20.00 WIB, dengan durasi pengambilan data per 15 menit. Hasil analisis menunjukkan bahwa volume lalu lintas tertinggi terjadi pada jam puncak dengan jumlah 1.311 smp/jam, sementara kapasitas simpang dihitung sebesar 1.891 smp/jam. Nilai derajat kejenuhan yang diperoleh sebesar 0,69, dengan tundaan rata-rata 12 detik/smp dan peluang antrian berkisar antara 30–60%. Berdasarkan klasifikasi tingkat pelayanan, simpang ini berada pada kategori C, yang berarti arus lalu lintas masih stabil dengan kecepatan dan manuver kendaraan mulai terkendali. Hasil penelitian ini merekomendasikan pemasangan rambu lalu lintas sebagai upaya peningkatan keselamatan dan kinerja simpang. Kata Kunci: Simpang tak bersinyal, PKJI 2023, derajat kejenuhan, tundaan, tingkat pelayanan Peluang Antrian
Copyrights © 2026