ABSTRAKBanjir dan genangan air merupakan masalah utama di kawasan perkotaan, termasuk Kota Banda Aceh, yang diperparah oleh pertumbuhan penduduk dan pembangunan infrastruktur. Proyek peningkatan Jalan T. Hasan Dek yang sedang berlangsung, yaitu pelebaran jalan dari 6 meter menjadi 9 meter, berpotensi memperburuk kondisi banjir jika tidak diimbangi dengan penyesuaian sistem drainase. Saluran drainase yang ada saat ini dianggap tidak memadai karena penyumbatan sampah dan sendimen. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis desain drainase perkotaan di lokasi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan hidrologi dan hidrolika. Data yang digunakan adalah data primer (survei lapangan) dan data sekunder (data curah hujan harian maksimum dari Stasiun Meteorologi Sultan Iskandar Muda). Analisis hidrologi dilakukan dengan menggunakan empat metode distribusi frekuensi, yaitu Normal, Log Normal, Log Person Type-III, dan Gumbel. Debit banjir rencana dihitung menggunakan metode Rasional. Selanjutnya, dilakukan analisis hidrolika untuk menentukan dimensi saluran yang ideal. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan bahwa Distribusi Log Person Type-III dengan periode ulang 10 tahun adalah metode yang paling ekstrem untuk curah hujan rencana, sehingga dipilih sebagai dasar untuk analisis selanjutnya. Perhitungan menunjukkan bahwa debit banjir rencana (Qr) untuk periode ulang 20 tahun adalah 0,45 m³/dtk. Kapasitas penampang saluran yang ada (Qp) sebesar 0,746 m³/dtk, yang berarti saluran mampu menampung debit rencana. Penyebab genangan air di lokasi penelitian antara lain waktu konsentrasi hujan yang terlalu lama, penumpukan sendimen dan sampah yang menghalangi aliran drainase. Sebagai upaya penanggulangan, disarankan agar masyarakat berpartisipasi dalam membersihkan saluran drainase secara rutin agar aliran air dapat berfungsi secara optimal.Kata Kunci: Drainase perkotaan, debit banjir rencana, distribusi Log Pearson Type III, Metode Rasional.
Copyrights © 2026