Makna ‘membawa’ dalam bahasa Melayu Kupang (bMK) direalisasikan melalui sejumlah leksikon, yaitu su’u, fi’i, ame, pikol, hela, gepe, roso, angka, dongko, dan koko. Kesepuluh leksikon tersebut dapat diterjemahkan secara umum dengan verba bahasa Indonesia membawa, tetapi masing-masing memiliki komponen makna yang berbeda. Perbedaan tersebut terutama berkaitan dengan jenis entitas yang dibawa, cara perpindahan, bagian tubuh atau sarana yang digunakan, jarak perpindahan, serta kondisi entitas. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan membedakan makna kesepuluh leksikon tersebut dengan pendekatan Metabahasa Semantik Alami (MSA). Data penelitian berupa sepuluh leksikon dan contoh pemakaiannya sebagaimana terdapat dalam naskah penelitian. Hasil analisis menunjukkan empat kelompok berdasarkan entitas, yaitu benda mati; manusia; benda dan manusia; serta manusia, hewan, dan benda. Di samping itu, setiap leksikon memiliki ciri semantis yang lebih khusus, seperti membawa di atas kepala, dengan tangan, di atas bahu, di bawah ketiak, dengan cara menyeret, menggunakan sarana transportasi, di punggung, atau di dada. Dengan demikian, padanan tunggal membawa dalam bahasa Indonesia belum mampu menggambarkan seluruh perbedaan makna yang dikodekan oleh leksikon bMK.
Copyrights © 2026