Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil fisiologis sapi peranakan Ongole (PO) betina dewasa melalui pengukuran frekuensi respirasi dab suhu rektal pada waktu pengamatan berbeda, yaitu pagi, siang, dan sore hari, serta menganalisis keterkaitannya dengan kondisi lingkungan di Kelompok Ternak Gemah Ripah, Desa Cikembulan, Kabupaten Pangandaran. Sebanyak 10 ekor sapi PO betina dewasa dipilih secara purposive berdasarkan kriteria umur, kondisi kesehatan, dan keseragaman pemeliharaan. Pengukuran frekuensi respirasi dilakukan dengan menghitung hembusan nafas per menit, sedangkan suhu rektal diukur menggunakan termometer digital. Parameter lingkungan yang diamati meliputi suhu bola kering, suhu bola basah, dan kelembapan relatif. Hasil menunjukan bahwa frekuensi respirasi tertinggi terjadi pada siang hari dengan nilai rata-rata 39,05 ± 0,37 kali per menit, meningkat dibandingkan pagi (38,65 ± 0,60) dan sore hari (38,78 ± 0,46). Suhu rektal juga mengalami peningkatan pada siang hari dengan rata-rata 37,5 ± 3,11°C, yang lebih tinggi dari pagi dan sore hari. Peningkatan kedua parameter tersebut berhubungan dengan naiknya suhu lingkungan hingga mencapai 32°C pada siang hari serta fluktuasi kelembapan relatif. Hasil uji ANOVA menunjukkan adanya perbedaan nyata antar waktu pengamatan terhadap parameter fisiologis (p < 0,05). Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa sapi PO mengalami respons fisiologis adaptif terhadap perubahan suhu, dengan peningkatan respirasi dan suhu tubuh pada siang hari sebagai mekanisme termoregulasi. Pemantauan parameter fisiologis tersebut penting untuk mendeteksi stres panas dan mendukung manajemen pemeliharaan pada lingkungan tropis lembap.
Copyrights © 2026