Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh metode hafalan berbasis pemahaman makna terhadap kemampuan hafalan Al-Qur'an (Surah Al-Kahfi ayat 1–5) pada santri kelas 5–6 Sekolah Dasar di Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ). Penelitian menggunakan desain True Experimental dengan model Pretest–Posttest Control Group Design terhadap 30 santri (15 kelompok eksperimen, 15 kelompok kontrol) yang dipilih melalui simple random sampling. Kelompok eksperimen memperoleh penjelasan makna ayat berbasis Tafsir Ringkas Kementerian Agama sebelum menghafal, sedangkan kelompok kontrol menghafal secara konvensional melalui pengulangan lafal. Data dianalisis menggunakan uji Shapiro Wilk, Levene's Test, Independent Samples t-test, dan Paired Samples t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua kelompok setara pada saat pretest (p = 0,820), namun setelah beban hafalan bertambah dari satu menjadi lima ayat, kelompok kontrol mengalami penurunan skor yang signifikan (p = 0,003), sementara kelompok eksperimen tidak mengalami penurunan yang signifikan (p = 0,748). Perbedaan posttest (p = 0,048) dan gain score (p = 0,033) antara kedua kelompok juga signifikan dengan ukuran efek besar (Cohen's d = 0,75–0,82). Temuan ini mendukung teori Levels of Processing dari Craik dan Lockhart, yang menyatakan bahwa pemrosesan informasi secara semantik menghasilkan jejak memori yang lebih kuat dibandingkan pemrosesan mekanis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode hafalan berbasis pemahaman makna efektif menjaga daya ingat santri terhadap beban hafalan yang lebih panjang.
Copyrights © 2026