Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Pengaruh Metode Problem-Based Learning (PBL) terhadap Fokus Belajar Siswa Kelas XI PM II PM I SMK Cendikia Batujajar Syifa Nurul Fadhila; Sherin Rahayu; Tira Septisya; Lulu Tsania Rohmana; Jennis Jellintinia; Rifqi Farisan Akbar
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.753

Abstract

Fokus belajar merupakan salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan proses pembelajaran karena berpengaruh terhadap kemampuan siswa dalam menerima, memahami, dan mengolah informasi. Namun, rendahnya fokus belajar masih menjadi permasalahan yang banyak ditemukan di sekolah, salah satunya dipengaruhi oleh penggunaan metode pembelajaran yang kurang interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan metode Problem-Based Learning (PBL) terhadap fokus belajar siswa kelas XI PM 1 SMK Cendekia Batujajar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain true experimental melalui Posttest Only Control Group Design. Populasi penelitian berjumlah 35 siswa, sedangkan sampel penelitian yang mengikuti seluruh rangkaian eksperimen sebanyak 20 siswa yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol melalui random assignment. Kelompok eksperimen memperoleh pembelajaran menggunakan metode PBL, sedangkan kelompok kontrol menggunakan metode ceramah. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket fokus belajar yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya serta lembar observasi sebagai data pendukung. Analisis data meliputi statistik deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, Independent Sample t-test, dan Multivariate Analysis of Variance (MANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode PBL memberikan rata-rata skor fokus belajar yang lebih tinggi dibandingkan metode ceramah, meskipun berdasarkan hasil uji statistik perbedaan tersebut belum mencapai tingkat signifikansi (p>0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa PBL memiliki potensi meningkatkan keterlibatan dan perhatian siswa selama pembelajaran, namun efektivitasnya masih perlu dikaji lebih lanjut dengan jumlah sampel yang lebih besar dan durasi intervensi yang lebih panjang. Penelitian ini diharapkan menjadi referensi bagi pendidik dalam memilih model pembelajaran yang mampu meningkatkan fokus belajar siswa.
Pengaruh Metode Problem-Based Learning (PBL) terhadap Fokus Belajar Siswa Kelas XI PM II PM I SMK Cendikia Batujajar Syifa Nurul Fadhila; Sherin Rahayu; Tira Septisya; Lulu Tsania Rohmana; Jennis Jellintinia; Rifqi Farisan Akbar
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.753

Abstract

Fokus belajar merupakan salah satu faktor penting yang menentukan keberhasilan proses pembelajaran karena berpengaruh terhadap kemampuan siswa dalam menerima, memahami, dan mengolah informasi. Namun, rendahnya fokus belajar masih menjadi permasalahan yang banyak ditemukan di sekolah, salah satunya dipengaruhi oleh penggunaan metode pembelajaran yang kurang interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan metode Problem-Based Learning (PBL) terhadap fokus belajar siswa kelas XI PM 1 SMK Cendekia Batujajar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain true experimental melalui Posttest Only Control Group Design. Populasi penelitian berjumlah 35 siswa, sedangkan sampel penelitian yang mengikuti seluruh rangkaian eksperimen sebanyak 20 siswa yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol melalui random assignment. Kelompok eksperimen memperoleh pembelajaran menggunakan metode PBL, sedangkan kelompok kontrol menggunakan metode ceramah. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket fokus belajar yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya serta lembar observasi sebagai data pendukung. Analisis data meliputi statistik deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, Independent Sample t-test, dan Multivariate Analysis of Variance (MANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode PBL memberikan rata-rata skor fokus belajar yang lebih tinggi dibandingkan metode ceramah, meskipun berdasarkan hasil uji statistik perbedaan tersebut belum mencapai tingkat signifikansi (p>0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa PBL memiliki potensi meningkatkan keterlibatan dan perhatian siswa selama pembelajaran, namun efektivitasnya masih perlu dikaji lebih lanjut dengan jumlah sampel yang lebih besar dan durasi intervensi yang lebih panjang. Penelitian ini diharapkan menjadi referensi bagi pendidik dalam memilih model pembelajaran yang mampu meningkatkan fokus belajar siswa.
Pengaruh Metode Self Regulated Learning (SLR) terhadap Kemandirian Belajar dalam Memahami Informasi Akademik Secara Mandiri pada Siswa Kelas X-9 SMA Negeri 27 Bandung Gina Sally Aprilianti; Nisan Kartin; Reva Mistiani; Shelvia Dwi Puspitasari; Annisa Salwa Dzakiyya; Rifqi Farisan Akbar
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.769

Abstract

Kemandirian belajar merupakan kemampuan penting bagi siswa dalam mengelola proses belajar, termasuk memahami dan mengelola informasi akademik secara mandiri tanpa ketergantungan berlebihan pada bantuan orang lain. Fenomena pada siswa kelas X-9 SMA Negeri 27 Bandung menunjukkan bahwa sebagian siswa masih bergantung pada guru maupun teman dalam memahami informasi akademik yang telah disampaikan melalui media sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intervensi Self-Regulated Learning (SRL) terhadap kemandirian belajar siswa dalam memahami informasi akademik secara mandiri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain True Experimental, yaitu Pretest-Posttest Control Group Design. Subjek penelitian berjumlah 24 siswa yang dibagi secara acak menjadi kelompok eksperimen sebanyak 12 siswa dan kelompok kontrol sebanyak 12 siswa. Kelompok eksperimen memperoleh intervensi SRL berdasarkan tiga fase teori Zimmerman, yaitu forethought, performance control, dan self-reflection, sedangkan kelompok kontrol mengikuti kegiatan pembelajaran seperti biasa. Data dikumpulkan menggunakan Skala Kemandirian Belajar dalam Memahami Informasi Akademik Secara Mandiri yang diberikan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor kelompok eksperimen meningkat dari 32,58 pada pretest menjadi 33,25 pada posttest, sedangkan kelompok kontrol meningkat dari 33,33 menjadi 33,83. Hasil uji Independent Samples t-test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,732 (p > 0,05), sehingga tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Nilai effect size Cohen's d sebesar -0,141 menunjukkan bahwa pengaruh intervensi berada pada kategori sangat kecil. Dengan demikian, intervensi Self-Regulated Learning dalam penelitian ini belum terbukti memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemandirian belajar siswa dalam memahami informasi akademik secara mandiri. Temuan ini menunjukkan perlunya pengembangan intervensi dengan durasi dan intensitas yang lebih memadai untuk meningkatkan kemandirian belajar siswa.
Pengaruh Hafalan Berbasis Pemahaman Makna terhadap Kemampuan Hafalan Al-Qur’an Santri Kelas 5-6 SD di TPQ Selly Indrianty Arifah; Indri Afandi; Dinda Juliet; Fitri Handayani; Nazwa Aulia Lesmana; Rifqi Farisan Akbar
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.774

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh metode hafalan berbasis pemahaman makna terhadap kemampuan hafalan Al-Qur'an (Surah Al-Kahfi ayat 1–5) pada santri kelas 5–6 Sekolah Dasar di Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ). Penelitian menggunakan desain True Experimental dengan model Pretest–Posttest Control Group Design terhadap 30 santri (15 kelompok eksperimen, 15 kelompok kontrol) yang dipilih melalui simple random sampling. Kelompok eksperimen memperoleh penjelasan makna ayat berbasis Tafsir Ringkas Kementerian Agama sebelum menghafal, sedangkan kelompok kontrol menghafal secara konvensional melalui pengulangan lafal. Data dianalisis menggunakan uji Shapiro Wilk, Levene's Test, Independent Samples t-test, dan Paired Samples t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua kelompok setara pada saat pretest (p = 0,820), namun setelah beban hafalan bertambah dari satu menjadi lima ayat, kelompok kontrol mengalami penurunan skor yang signifikan (p = 0,003), sementara kelompok eksperimen tidak mengalami penurunan yang signifikan (p = 0,748). Perbedaan posttest (p = 0,048) dan gain score (p = 0,033) antara kedua kelompok juga signifikan dengan ukuran efek besar (Cohen's d = 0,75–0,82). Temuan ini mendukung teori Levels of Processing dari Craik dan Lockhart, yang menyatakan bahwa pemrosesan informasi secara semantik menghasilkan jejak memori yang lebih kuat dibandingkan pemrosesan mekanis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode hafalan berbasis pemahaman makna efektif menjaga daya ingat santri terhadap beban hafalan yang lebih panjang.
Pengaruh Kombinasi Terapi Bermain Playdough yang Diselingi Kegiatan Ice Breaking terhadap Atensi Anak Usia 6 Tahun di TK Lestari Bandung Nur Salsassyiami Aristani; Nifa Haryanti; Lilis Suryani; Silvi Aprilianti; Alya Rahma; Rifqi Farisan Akbar
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.776

Abstract

Pendidikan anak usia dini merupakan fondasi penting dalam pembentukan karakter, kemampuan kognitif, dan pengendalikan diri anak. Fenomena di lapangan menunjukkan bahwa anak usia 6 tahun di Kelas B1 TK Lestari memiliki kapasitas kognitif yang sangat unggul (lancar membaca dan berhitung), namun mengalami hambatan signifikan pada atensi berkelanjutan (sustained attention) serta menunjukkan perilaku berlebihan seperti tidak mampu duduk tenang dan sering berlari di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengukur pengaruh kombinasi terapi bermain playdough yang diselingi kegiatan ice-breaking terhadap atensi belajar anak usia 6 tahun di TK Lestari. Metode penelitian yang digunakan adalah Quasi Experiment dengan desain Nonequivalent Control Group Design yang melibatkan kelompok eksperimen (Kelas B1) dan kelompok kontrol (Kelas B2). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi terstruktur langsung menggunakan lembar observasi yang mencakup tiga indikator: durasi fokus, kemampuan mengikuti instruksi, dan frekuensi perilaku berlebihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, kedua kelompok berada pada tingkat atensi rendah. Setelah diberikan perlakuan, kelompok eksperimen memperoleh skor total atensi sebesar 6 (kategori sedang) dengan peningkatan durasi fokus mencapai 5–10 menit, sedangkan kelompok kontrol memperoleh skor 4 (kategori rendah) dengan durasi fokus kurang dari 5 menit. Terdapat selisih peningkatan sebesar +2 poin pada kelompok eksperimen. Kombinasi terapi bermain playdough dan ice-breaking terbukti efektif memperpanjang durasi perhatian, melatih fungsi eksekutif (inhibitory control), serta menciptakan suasana belajar yang kondusif.
Efektivitas Variasi Modalitas Pembelajaran Bruner dalam Meningkatkan Prestasi Akademik Matematika Siswa Kelas X-1 SMA Kemala Bhayangkari Bandung Amila Nida Maharani; Tsabita Aisyah Putri; Tisya Nabawiya Meidina; Nurul Afifah; Novia Septiani; Meida Nur Utami; Rifqi Farisan Akbar
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.780

Abstract

Prestasi akademik matematika siswa sekolah menengah atas kerap terhambat oleh sifat abstrak rumus matematika yang sulit dipahami tanpa jembatan representasi dari konkret menuju abstrak. Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh variasi modalitas pembelajaran representasi kognitif Bruner (enaktif, ikonik, simbolik) terhadap prestasi akademik matematika siswa, dibandingkan dengan pembelajaran konvensional berbasis ceramah. Penelitian menggunakan desain eksperimen murni Pretest-Posttest Control Group Design pada siswa kelas X-1 SMA Kemala Bhayangkari Bandung. Penempatan acak menghasilkan kelompok eksperimen (n = 7) yang menerima satu sesi intervensi Bruner berurutan selama 20 menit pada materi peluang, dan kelompok kontrol (n = 8) yang menerima pembelajaran konvensional. Prestasi akademik diukur menggunakan tes pilihan ganda 20 soal sebelum dan sesudah perlakuan. Kedua kelompok menunjukkan peningkatan skor yang serupa (gain score eksperimen M = 5,71, SD = 11,70; kontrol M = 5,50, SD = 4,21), namun uji independent samples Welch's t-test tidak menemukan perbedaan signifikan pada gain score antar kelompok, t(7,35) = 0,05, p = 0,965, dengan effect size yang dapat diabaikan (Cohen's d = 0,03). Nilai N-Gain kedua kelompok berada pada kategori rendah (< 0,30). Temuan ini mengindikasikan bahwa satu sesi singkat pembelajaran berbasis Bruner belum cukup untuk menghasilkan keunggulan yang terukur dibandingkan pembelajaran konvensional pada sampel kecil ini, sehingga diperlukan durasi intervensi yang lebih panjang dan sampel yang lebih besar pada penelitian selanjutnya.
Efektivitas Pembelajaran Digital Asinkronus Berbasis Video dalam Meningkatkan Pemahaman Materi Teori Kecerdasan pada Mahasiswa Psikologi Universitas Indonesia Membangun Nabilah Lumara Dwava; Risma Yunita; Sharen Raya Hardi Senjaya; Nurul Alya; Marcella Mega; Rifqi Farisan Akbar
Indo Green Journal Vol. 4 No. 3 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i3.802

Abstract

Pemahaman materi secara mendalam mengenai topik abstrak seperti Teori Kecerdasan merupakan tantangan utama dalam sistem pembelajaran digital di perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan menguji secara empiris efektivitas metode pembelajaran e-learning asinkronus berbasis video dalam meningkatkan pemahaman konseptual mahasiswa Program Studi Psikologi Universitas Indonesia Membangun (INABA). Dengan pendekatan kuantitatif dan desain One-Group Pretest-Posttest, penelitian melibatkan 11 mahasiswa aktif yang dipilih melalui purposive sampling. Seluruh partisipan mengerjakan pretest berupa 5 soal esai analitis berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS), diikuti intervensi video pembelajaran asinkronus berdurasi 40 menit tanpa interaksi langsung, kemudian mengerjakan posttest dengan soal identik. Penilaian dilakukan menggunakan rubrik analitis berbobot oleh dua penilai independen. Hasil menunjukkan skor rata-rata pretest sebesar 88,9 (SD = 7,92) dan skor rata-rata posttest sebesar 90,2 (SD = 4,51), atau kenaikan deskriptif sebesar 1,3 poin. Uji Shapiro-Wilk menunjukkan data pretest tidak berdistribusi normal (W = 0,844, p = 0,036), sedangkan data posttest berdistribusi normal (W = 0,953, p = 0,689). Hasil uji Paired Samples t-Test terhadap selisih skor menunjukkan t(10) = -0,457, p = 0,657, yang berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara kedua kondisi, dengan ukuran efek yang dapat diabaikan (Cohen's d = -0,138). Hasil ini mengindikasikan bahwa, pada sampel penelitian ini, satu kali intervensi video asinkronus berdurasi 40 menit belum cukup untuk menghasilkan peningkatan pemahaman konseptual Teori Kecerdasan yang signifikan secara statistik.