Perkembangan teknologi digital dalam bidang pertanian menuntut petani untuk mampu memanfaatkan aplikasi perlindungan tanaman secara efektif. Namun, kenyataannya masih terdapat kesenjangan antara ketersediaan teknologi dengan tingkat literasi digital petani yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi secara kritis tingkat literasi digital petani, menelaah secara mendalam pemanfaatan aplikasi perlindungan tanaman, serta menganalisis pengaruh literasi digital terhadap pemahaman dan penggunaan aplikasi tersebut. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain survei. Subjek penelitian melibatkan 120 petani milenial yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data primer dikumpulkan melalui wawancara terstruktur menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, sedangkan data sekunder diperoleh dari lembaga resmi. Teknik analisis data menggunakan Partial Least Squares Path Modeling (PLS-PM) dan regresi linier untuk menguji hubungan antarvariabel secara komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap pemahaman petani terhadap aplikasi perlindungan tanaman, yang pada gilirannya meningkatkan tingkat penggunaan aplikasi tersebut. Temuan ini menegaskan bahwa literasi digital merupakan indikator utama dalam keberhasilan adopsi teknologi perlindungan tanaman. Secara konseptual, penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan literasi digital menjadi prasyarat penting bagi keberlanjutan pemanfaatan teknologi pertanian. Implikasi hasil penelitian memberikan kontribusi pada pengembangan strategi pemberdayaan petani melalui pelatihan literasi digital, sekaligus membuka peluang penerapan teknologi yang lebih luas dalam mendukung ketahanan pangan.
Copyrights © 2025