Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi yang terus meningkat dan berisiko menyebabkan berbagai komplikasi. Di Indonesia, tanaman obat telah lama dimanfaatkan sebagai bagian dari etnomedisin untuk membantu mengendalikan tekanan darah, namun bukti ilmiahnya masih tersebar pada berbagai penelitian. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tanaman obat yang paling banyak digunakan dalam etnomedisin serta mengkaji efektivitas dan keamanannya dalam pengelolaan hipertensi di Indonesia. Penelitian menggunakan metode kajian literatur (literature review) dengan data sekunder yang diperoleh dari database Google Scholar dan PubMed. Artikel ditelusuri menggunakan kata kunci yang relevan, kemudian diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, meliputi kesesuaian topik, artikel teks lengkap, dan tahun publikasi 2019–2026. Dari 605 artikel yang ditemukan, sebanyak 30 artikel memenuhi kriteria dan dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa daun seledri, daun salam, daun sirsak, jahe, mentimun, dan bawang putih merupakan tanaman yang paling banyak dimanfaatkan dalam pengelolaan hipertensi. Sebagian besar penelitian melaporkan bahwa tanaman tersebut mampu membantu menurunkan tekanan darah melalui mekanisme diuretik, vasodilatasi, dan aktivitas antioksidan. Penggunaan tanaman obat juga dinilai relatif aman sebagai terapi pendamping apabila digunakan secara tepat. Dengan demikian, etnomedisin berbasis tanaman obat berpotensi menjadi terapi komplementer dalam pengelolaan hipertensi, meskipun penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memperkuat bukti efektivitas dan keamanannya
Copyrights © 2026