Hipertensi adalah kondisi kronis yang banyak dijumpai dan menjadi salah satu faktor risiko paling penting dalam memicu berbagai komplikasi kardiovaskular.. Pemilihan terapi antihipertensi yang efektif berkontribusi signifikan terhadap pencegahan komplikasi jangka panjang akibat hipertensi yang tidak terkontrol. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kecenderungan penggunaan obat antihipertensi pada pasien hipertensi yang menjalani perawatan di Poli Jantung Klinik XYZ Kota Bandung pada Januari 2025. Penelitian menggunakan metode deskriptif observasional dengan desain non-eksperimental dan pengumpulan data secara retrospektif melalui rekam medis pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Dari total 551 pasien, kelompok usia terbanyak adalah >65 tahun (55,4%) dan pasien laki-laki sedikit lebih mendominasi (51,2%). Berdasarkan hasil analisis, diketahui bahwa sebagian besar pasien menerima terapi kombinasi (79,9%), sedangkan terapi tunggal diberikan pada 20,1% pasien. Dalam regimen monoterapi, jenis obat yang paling dominan digunakan berasal dari golongan Beta Blocker (14,2%). Sementara itu, kombinasi paling umum yang diresepkan ialah ARB + Beta Blocker (15,1%), diikuti oleh Beta Blocker + Diuretik (11,4%) serta ARB + Beta Blocker + Diuretik (10,7%). Secara keseluruhan, pola penggunaan obat antihipertensi pada penelitian ini telah selaras dengan pedoman klinis dan mencerminkan upaya optimalisasi terapi dalam mencapai target tekanan darah pasien.
Copyrights © 2026