Perkembangan media sosial telah mempermudah proses penyebaran informasi secara cepat dan luas, namun juga meningkatkan risiko penyebaran informasi palsu atau hoaks. Platform X merupakan salah satu media sosial yang memiliki karakteristik real-time dan viralitas tinggi, sehingga memungkinkan informasi yang belum terverifikasi menyebar dengan cepat kepada publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku penyebaran informasi hoaks oleh pengguna X melalui perspektif etika Islam dalam konteks kehidupan sosial masyarakat. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik observasi terhadap tiga unggahan hoaks yang berkaitan dengan isu publik, yaitu informasi dugaan pernyataan Sri Mulyani mengenai profesi guru, kenaikan harga BBM, dan patungan APBN untuk membantu negara. Data dianalisis berdasarkan prinsip etika Islam, khususnya tabayyun, sidiq, dan tanggung jawab sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengguna X cenderung menyebarkan informasi secara cepat tanpa melakukan verifikasi yang memadai, terutama pada isu yang berkaitan dengan kebijakan publik dan tokoh negara. Perilaku tersebut bertentangan dengan nilai-nilai etika Islam karena berpotensi menimbulkan keresahan sosial, menurunkan kepercayaan publik terhadap institusi negara, serta mengganggu harmoni kehidupan berbangsa dan bernegara. Adapun kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penguatan nilai-nilai etika Islam dalam praktik bermedia sosial diperlukan untuk mendorong perilaku komunikasi digital yang lebih kritis, bijak, dan bertanggung jawab.
Copyrights © 2026