Studi ini dilakukan untuk menentukan karakteristik bawah permukaan area kampus ITERA dengan mengintegrasikan metode geolistrik 2D, Polarisasi Terinduksi (IP), dan Uji Penetrasi Standar (N-SPT). Pengukuran geolistrik pada tiga lintasan menunjukkan bahwa lapisan dangkal didominasi oleh resistivitas rendah dan muatan tinggi, yang mengindikasikan adanya lempung dan lanau jenuh air, sedangkan lapisan yang lebih dalam memiliki resistivitas yang lebih tinggi, yang diinterpretasikan sebagai pasir atau tufa yang lebih padat. Integrasi dengan data N-SPT mengungkapkan hubungan yang konsisten, di mana tanah dengan nilai N-SPT rendah dikaitkan dengan resistivitas rendah dan muatan tinggi, sedangkan N-SPT tinggi dikaitkan dengan material yang lebih padat. Perhitungan parameter Dar-Zarrouk dan estimasi daya dukung tanah mengkonfirmasi pembagian zona tanah lunak dan keras yang diidentifikasi pada penampang geofisika. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi geolistrik 2D, IP, dan N-SPT dapat memberikan gambaran yang lebih detail tentang litologi dan kondisi geoteknik, sehingga dapat dijadikan referensi dalam perencanaan dan pengembangan infrastruktur di wilayah ITERA.
Copyrights © 2026