Penggunaan antibiotik yang tidak rasional masih menjadi permasalahan kesehatan yang dapat meningkatkan risiko resistensi antibiotik. Mahasiswa farmasi sebagai calon tenaga kefarmasian memiliki peran penting dalam penggunaan dan edukasi antibiotik yang tepat, sehingga diperlukan upaya peningkatan pengetahuan sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konseling dengan bantuan media leaflet terhadap pengetahuan penggunaan antibiotik di kalangan mahasiswa Farmasi STIKes Keluarga Bunda Jambi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain pra-eksperimental menggunakan pendekatan one group pretest–posttest. Sampel penelitian berjumlah 43 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan sebelum dan sesudah konseling, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dengan bantuan aplikasi SPSS. Hasil penelitian menunjukkan 13 responden yang menggunakan antibiotik tanpa resep dokter, yang menunjukkan masih adanya praktik penggunaan antibiotik yang tidak rasional, sebagian besar responden telah memiliki pengetahuan yang baik mengenai pengertian antibiotik dan cara penggunaannya. Adanya peningkatan tingkat pengetahuan responden setelah diberikan konseling dengan bantuan media leaflet, dengan nilai p = 0.001 (p < 0.05). Hal ini menunjukkan bahwa konseling berbantuan media leaflet berpengaruh secara signifikan terhadap pengetahuan penggunaan antibiotik. Dapat disimpulkan bahwa konseling dengan bantuan media leaflet efektif dalam meningkatkan pengetahuan mahasiswa mengenai penggunaan antibiotik yang rasional.
Copyrights © 2026