Novi Erviana Harahap
Departemen Farmasi, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Keluarga Bunda Jambi, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Konseling dengan Bantuan Media Leaflet Terhadap Pengetahuan Penggunaan Antibiotik di Kalangan Mahasiswa Farmasi STIKes Keluarga Bunda Jambi Nurasiah Nurasiah; Novi Erviana Harahap; Nadia Raihana; Fefri Perrianty
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 6 No. 2 (2026): Nursing and Health Care Technology-July to December Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v6i2.276

Abstract

Penggunaan antibiotik yang tidak rasional masih menjadi permasalahan kesehatan yang dapat meningkatkan risiko resistensi antibiotik. Mahasiswa farmasi sebagai calon tenaga kefarmasian memiliki peran penting dalam penggunaan dan edukasi antibiotik yang tepat, sehingga diperlukan upaya peningkatan pengetahuan sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konseling dengan bantuan media leaflet terhadap pengetahuan penggunaan antibiotik di kalangan mahasiswa Farmasi STIKes Keluarga Bunda Jambi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain pra-eksperimental menggunakan pendekatan one group pretest–posttest. Sampel penelitian berjumlah 43 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan sebelum dan sesudah konseling, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dengan bantuan aplikasi SPSS. Hasil penelitian menunjukkan 13 responden yang menggunakan antibiotik tanpa resep dokter, yang menunjukkan masih adanya praktik penggunaan antibiotik yang tidak rasional, sebagian besar responden telah memiliki pengetahuan yang baik mengenai pengertian antibiotik dan cara penggunaannya. Adanya peningkatan tingkat pengetahuan responden setelah diberikan konseling dengan bantuan media leaflet, dengan nilai p = 0.001 (p < 0.05). Hal ini menunjukkan bahwa konseling berbantuan media leaflet berpengaruh secara signifikan terhadap pengetahuan penggunaan antibiotik. Dapat disimpulkan bahwa konseling dengan bantuan media leaflet efektif dalam meningkatkan pengetahuan mahasiswa mengenai penggunaan antibiotik yang rasional.
Analisis Senyawa Larut Asam dalam Teh Herbal dari Kulit Buah Naga (Hylocereus Polyrhizus) dan Daun Kelor (Moringa Oleifera) Zakia Alsafana; Fefri Perrianty; Hary Saputra; Novi Erviana Harahap
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 6 No. 2 (2026): Nursing and Health Care Technology-July to December Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v6i2.287

Abstract

Kulit buah naga (Hylocereus polyrhizus) dan daun kelor (Moringa oleifera) merupakan bahan alami yang berpotensi sebagai sumber antioksidan, namun pemanfaatannya sebagai produk pangan fungsional masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar senyawa terlarut dalam asam pada sediaan teh herbal berbahan kulit buah naga dan daun kelor sebagai indikator kualitas dan ketersediaan bioaktif. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan pendekatan deskriptif kuantitatif menggunakan rancangan post-test only design. Tahapan penelitian meliputi pembuatan simplisia, proses ekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%, serta analisis senyawa terlarut dalam asam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar senyawa terlarut dalam asam pada kulit buah naga sebesar 23%, sedangkan pada daun kelor sebesar 14%. Hasil ini menunjukkan bahwa kulit buah naga memiliki kandungan senyawa yang lebih mudah larut dalam kondisi asam dibandingkan daun kelor. Senyawa terlarut dalam asam berkaitan dengan ketersediaan hayati, sehingga semakin tinggi nilainya menunjukkan potensi penyerapan yang lebih baik dalam tubuh. Dengan demikian, kombinasi kedua bahan ini berpotensi dikembangkan sebagai teh herbal fungsional yang memiliki nilai gizi dan aktivitas bioaktif yang baik.