Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT)
Vol. 6 No. 2 (2026): Nursing and Health Care Technology-July to December Period

Hubungan Tingkat Depresi dengan Kualitas Hidup Lanjut Usia di Yayasan Al Azis Kendari dan Pesantren Lansia Habibie Ainun

Nazila Nazila (Departemen Keperawatan, Fakultas Kedokteran, Universitas Halu Oleo, Kendari, Indonesia)
Sri Susanty (Departemen Keperawatan Gerontologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Halu Oleo, Kendari, Indonesia)
La Ode Alifariki (Departemen Keperawatan, Fakultas Kedokteran, Universitas Halu Oleo, Kendari, Indonesia)



Article Info

Publish Date
27 Apr 2026

Abstract

Peningkatan populasi lansia memicu masalah fisik dan psikis, terutama depresi. Di Kota Kendari, prevalensi gejala depresi lansia cukup tinggi 60.03%, jika tidak tertangani dapat menurunkan kualitas hidup. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat depresi dengan kualitas hidup lanjut usia. Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik observasional dengan menggunakan metode cross sectional dengan variabel bebas adalah tingkat depresi dan variabel terikat adalah kualitas hidup. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling. Penelitian ini dilakukan tanggal 5-29 Desember 2025 dengan jumlah sampel 67 responden. Pengumpulan data menggunakan instrumen lembar kuesioner Geriatric Depression Scale (GDS) dan World Health Organization Quality of Life (WHOQOL)dan dianalisis menggunakan uji Fisher Exact Test. Hasil penelitian terhadap 67 responden diperoleh tingkat depresi dalam kategori normal, yaitu 40 orang 59.7%, depresi ringan 17 orang 25.4%, depresi sedang 8 orang 11.9%, dan depresi berat 2 orang 3.0%. Kualitas hidup kategori baik sebanyak 50 orang 74.6%, sementara 17 responden 25.4% lainnya memiliki kualitas hidup kategori buruk. Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat depresi dengan kualitas hidup lansia di Yayasan Al Azis Kendari dan Pesantren Lansia Habibie Ainun dengan nilai (p= 0.000). Kesimpulan penelitian bahwa semakin rendah tingkat depresi, maka semakin baik kualitas hidup lansia, begitupun sebaliknya, depresi yang berat merupakan prediktor utama rendahnya kualitas hidup lansia.

Copyrights © 2026