Articles
Peningkatan Literasi Hipertensi melalui Edukasi Kesehatan bagi Masyarakat Kelurahan Sea, Kecamatan Latambaga Kolaka
La Ode Alifariki;
Heriviyatno J Siagian
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Kabanti Vol. 1 No. 1 (2025): Kabanti: Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang dikenal sebagai "silent killer" karena sering tidak disadari hingga menimbulkan komplikasi serius. Tingginya prevalensi hipertensi di Indonesia, termasuk di Kelurahan Sea, Kabupaten Kolaka, diperparah oleh rendahnya literasi kesehatan masyarakat mengenai pencegahan dan pengelolaan penyakit ini. Tujuan pengabdian adalah untuk meningkatkan literasi hipertensi masyarakat melalui edukasi kesehatan yang partisipatif dan kontekstual, serta membangun kapasitas kader kesehatan lokal dalam mendampingi upaya pencegahan hipertensi. Metode pengabdian yang digunakan meliputi penyuluhan interaktif, simulasi pengukuran tekanan darah, pembagian media edukasi, pelatihan kader, serta pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pemahaman peserta tentang hipertensi dari 28% menjadi 84% berdasarkan hasil pre- dan post-test. Sebanyak 38% peserta diketahui memiliki tekanan darah di atas normal dan belum menyadari kondisi tersebut sebelumnya. Kesimpulan pengabdian bahwa edukasi kesehatan berbasis komunitas terbukti efektif dalam meningkatkan literasi hipertensi dan memicu perubahan perilaku preventif
Peningkatan Deteksi Dini Kondisi Kesehatan Masyarakat Pesisir melalui Kegiatan Skrining Kesehatan di Wilayah Kerja Puskesmas Liya, Kabupaten Wakatobi
La Ode Alifariki;
Heriviyatno J. Siagian;
I Putu Sudayasa;
Wa Ode Salma;
Tomy Nurtamin
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Kabanti Vol. 2 No. 1 (2026): Kabanti: Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Masyarakat pesisir merupakan kelompok rentan terhadap berbagai masalah kesehatan akibat keterbatasan akses layanan kesehatan, kondisi lingkungan, serta faktor sosial ekonomi. Rendahnya deteksi dini penyakit menyebabkan banyak masalah kesehatan ditemukan pada tahap lanjut dan berdampak pada penurunan kualitas hidup masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan deteksi dini kondisi kesehatan masyarakat pesisir melalui kegiatan screening kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Liya, Kabupaten Wakatobi. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan monitoring dengan pendekatan berbasis komunitas. Kegiatan dilaksanakan pada bulan September 2025 dengan melibatkan 124 orang masyarakat pesisir sebagai peserta. Screening kesehatan dilakukan melalui pemeriksaan kesehatan dasar dan edukasi kesehatan secara langsung. Hasil kegiatan menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat serta ditemukannya berbagai faktor risiko kesehatan, terutama terkait tekanan darah, status gizi, dan keluhan kesehatan kronis yang sebelumnya belum teridentifikasi. Selain itu, terjadi peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin dan perilaku hidup sehat. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa screening kesehatan berbasis komunitas efektif dalam meningkatkan akses layanan kesehatan preventif dan kesadaran kesehatan masyarakat pesisir.
Optimalisasi Peran Pengawas Minum Obat (PMO) dalam Meningkatkan Kepatuhan Terapi pada Penderita Hipertensi
La Ode Alifariki;
Heriviyatno J. Siagian;
I Putu Sudayasa;
Tomy Nurtamin;
Dewi Nopiska Lilis
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Kabanti Vol. 2 No. 2 (2026): Kabanti: Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kepatuhan minum obat merupakan faktor penting dalam pengelolaan hipertensi. Keterlibatan keluarga sebagai Pengawas Minum Obat (PMO) diyakini dapat meningkatkan kepatuhan pasien, khususnya di daerah dengan keterbatasan akses layanan kesehatan seperti Kabupaten Wakatobi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran anggota keluarga sebagai PMO dalam meningkatkan kepatuhan terapi pada penderita hipertensi. Kegiatan dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Liya pada bulan Oktober 2025, melibatkan 40 penderita hipertensi beserta anggota keluarganya. Intervensi meliputi edukasi kesehatan, pelatihan PMO, simulasi praktik, dan pendampingan. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test pengetahuan serta pemantauan kepatuhan minum obat menggunakan lembar kontrol harian. Monitoring berkala dilakukan untuk memastikan keberlanjutan intervensi. Peningkatan kepatuhan minum obat terlihat signifikan, dari 55% sebelum intervensi menjadi 85% setelah intervensi. Anggota keluarga mampu menjalankan peran PMO secara efektif, termasuk mengingatkan jadwal minum obat, memberikan dukungan emosional, dan memantau kepatuhan pasien. Optimalisasi peran keluarga sebagai PMO terbukti efektif meningkatkan kepatuhan terapi pada penderita hipertensi. Pendekatan ini dapat dijadikan model intervensi berkelanjutan di masyarakat, khususnya di wilayah dengan keterbatasan akses kesehatan.
Penyuluhan Berbasis Media Video Mengenai Gizi Ibu Hamil Pada Kelas Ibu Hamil Sebagai Upaya Pencegahan Stunting
Djusiana Eka Cessaria;
Indria Hafizah;
La Ode Alifariki;
Muhammad Rustam HN;
Pranita Aritrina;
Amiruddin Eso
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56742/jpm.v5i1.217
Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, terutama disebabkan oleh kekurangan gizi kronis sejak masa kehamilan. Edukasi gizi yang efektif bagi ibu hamil sangat diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku gizi seimbang selama masa kehamilan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai gizi seimbang melalui penyuluhan berbasis media video pada kelas ibu hamil sebagai upaya pencegahan stunting. Metode pelaksanaan meliputi tahap pra pelaksanaan (persiapan materi dan media video), pelaksanaan (penyuluhan interaktif dan pemutaran video edukatif), evaluasi (pre-test dan post-test), serta monitoring (observasi keberlanjutan kegiatan dan umpan balik peserta). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan minat ibu hamil terhadap penerapan gizi seimbang selama kehamilan. Kegiatan ini juga memperlihatkan bahwa media video efektif dalam menyampaikan pesan gizi dengan cara yang menarik, mudah dipahami, dan berkelanjutan. Kesimpulannya, penyuluhan berbasis media video dapat menjadi metode edukatif yang efisien dan aplikatif dalam mendukung upaya pencegahan stunting sejak masa kehamilan.
Penyuluhan Metode Ceramah Gizi Ibu Hamil Pada Kelas Ibu Hamil Sebagai Upaya Pencegahan Stunting
Djusiana Eka Cessaria;
Jamaluddin;
Ashaeryanto;
Rahmawati;
La Ode Alifariki;
Parawansah
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56742/jpm.v5i1.218
Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak jangka panjang terhadap kesehatan dan produktivitas. Kurangnya pengetahuan ibu hamil tentang gizi berkontribusi terhadap tingginya angka stunting di Indonesia, termasuk di Kota Kendari. Tujuan pengabdian adalah meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang gizi dan pencegahan stunting melalui penyuluhan dengan metode ceramah. Metode pengadian ini adalah metode ceramah yang dilakukan di Puskesmas Wua-wua, Kota Kendari, pada Juli–Agustus 2025, melibatkan 35 peserta (ibu hamil dan kader posyandu). Metode pelaksanaan meliputi pra pelaksanaan (survei awal), pelaksanaan (ceramah interaktif), evaluasi (pre-test dan post-test), serta monitoring. Terjadi peningkatan pengetahuan peserta dari rata-rata 43% pada pre-test menjadi 92% pada post-test. Antusiasme peserta tinggi dan kegiatan didukung tenaga kesehatan serta media edukatif yang kontekstual. Kesimpulan pengabdian ini bahwa ceramah efektif meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang pencegahan stunting dan dapat diimplementasikan secara berkelanjutan melalui kegiatan kelas ibu hamil di Puskesmas.
Edukasi Pencegahan Primer dan Sekunder PJK pada Pasien dan Keluarganya di Poli Jantung RSUD Kota Kendari
Jamaluddin Jamaluddin;
Asmarani Asmarani;
Nina Indriyani;
Adry Leonard Tendean;
Niza Amalia;
Sari Yuniar;
La Ode Alifariki
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56742/jpm.v5i2.269
Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas akibat penyakit tidak menular. Rendahnya pemahaman pasien dan keluarga mengenai pencegahan primer dan sekunder PJK berkontribusi terhadap tingginya risiko kekambuhan dan komplikasi penyakit. Edukasi kesehatan yang melibatkan pasien dan keluarga diperlukan sebagai upaya promotif dan preventif di fasilitas pelayanan kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pasien PJK dan keluarganya mengenai pencegahan primer dan sekunder PJK. Kegiatan dilaksanakan di Poli Jantung RSUD Kota Kendari pada bulan Januari 2026 dengan melibatkan 100 peserta yang terdiri dari pasien PJK dan anggota keluarganya. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi, dan tanya jawab. Tim pelaksana merupakan kolaborasi antara dosen Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo, mahasiswa, dan pembimbing klinik RSUD Kota Kendari. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai faktor risiko PJK, pentingnya kepatuhan pengobatan, penerapan gaya hidup sehat, serta peran keluarga dalam mendukung perawatan pasien. Peserta menunjukkan respons positif dan keterlibatan aktif selama kegiatan edukasi berlangsung. Edukasi pencegahan primer dan sekunder PJK yang melibatkan pasien dan keluarga efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran terhadap pengelolaan PJK
Pengaruh Penyuluhan Berbasis Video Terhadap Pengetahuan dan Sikap Remaja Tentang Pencegahan HIV/AIDS di SMAN 1 Kendari
Aura Latifah Subiyanto;
I Putu Sudayasa;
La Ode Alifariki;
Adius Kusnan;
Ruslan Ruslan
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 6 No. 1 (2026): Nursing and Health Care Technology-January to June Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56742/nchat.v6i1.216
HIV/AIDS masih menjadi masalah kesehatan serius di Sulawesi Tenggara, khususnya di Kota Kendari yang mencatat prevalensi tertinggi di provinsi ini. Upaya edukasi kesehatan melalui media audiovisual mulai digunakan dan terbukti mampu meningkatkan pengetahuan serta sikap remaja, namun penelitian yang ada masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penyuluhan berbasis video terhadap pengetahuan dan sikap remaja di SMAN 1 Kendari. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional menggunakan rancangan one group pretest and posttest design, yang dilakukan di SMAN 1 Kendari. Penyuluhan berbasis media video sebagai variabel bebas dan pengetahuan dan sikap remaja tentang pencegahan HIV/AIDS sebagai variabel terikat. Data primer menggunakan kuesioner dengan sampel sebanyak 70 responden yang diambil menggunakan metode Simple Random Sampling. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan Cohen’s d dengan nilai signifikan P < 0.05. Hasil analisis data menunjukkan bahwa ada pengaruh signifikan pada pengetahuan dan sikap remaja setelah diberikan penyuluhan berbasis video, dengan nilai p = 0.000. Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 14.17 menjadi 18.71, sedangkan skor sikap meningkat dari 41.01 menjadi 43.97. Uji cohen’s d menunjukkan bahwa pengaruh penyuluhan terhadap pengetahuan berada dalam kategori sangat besar (4.16) dan terhadap sikap berada dalam kategori besar (1.62). Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa penyuluhan berbasis video efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja tentang pencegahan HIV/AIDS.
Hubungan Tingkat Depresi dengan Kualitas Hidup Lanjut Usia di Yayasan Al Azis Kendari dan Pesantren Lansia Habibie Ainun
Nazila Nazila;
Sri Susanty;
La Ode Alifariki
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 6 No. 2 (2026): Nursing and Health Care Technology-July to December Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56742/nchat.v6i2.284
Peningkatan populasi lansia memicu masalah fisik dan psikis, terutama depresi. Di Kota Kendari, prevalensi gejala depresi lansia cukup tinggi 60.03%, jika tidak tertangani dapat menurunkan kualitas hidup. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat depresi dengan kualitas hidup lanjut usia. Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik observasional dengan menggunakan metode cross sectional dengan variabel bebas adalah tingkat depresi dan variabel terikat adalah kualitas hidup. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling. Penelitian ini dilakukan tanggal 5-29 Desember 2025 dengan jumlah sampel 67 responden. Pengumpulan data menggunakan instrumen lembar kuesioner Geriatric Depression Scale (GDS) dan World Health Organization Quality of Life (WHOQOL)dan dianalisis menggunakan uji Fisher Exact Test. Hasil penelitian terhadap 67 responden diperoleh tingkat depresi dalam kategori normal, yaitu 40 orang 59.7%, depresi ringan 17 orang 25.4%, depresi sedang 8 orang 11.9%, dan depresi berat 2 orang 3.0%. Kualitas hidup kategori baik sebanyak 50 orang 74.6%, sementara 17 responden 25.4% lainnya memiliki kualitas hidup kategori buruk. Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat depresi dengan kualitas hidup lansia di Yayasan Al Azis Kendari dan Pesantren Lansia Habibie Ainun dengan nilai (p= 0.000). Kesimpulan penelitian bahwa semakin rendah tingkat depresi, maka semakin baik kualitas hidup lansia, begitupun sebaliknya, depresi yang berat merupakan prediktor utama rendahnya kualitas hidup lansia.
Hubungan Persepsi Penyakit dengan Kepatuhan Minum Obat Pada Penderita Hipertensi di Kecamatan Soropia
Nur Aisyah;
La Ode Alifariki;
La Rangki
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 6 No. 2 (2026): Nursing and Health Care Technology-July to December Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56742/nchat.v6i2.285
Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi yang terus meningkat dan berisiko menimbulkan komplikasi serius. Salah satu permasalahan utama dalam pengendalian hipertensi adalah rendahnya kepatuhan penderita dalam mengonsumsi obat antihipertensi, yang salah satunya dipengaruhi oleh persepsi penderita terhadap penyakitnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan persepsi penyakit dengan kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi di Kecamatan Soropia. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain analitik observasional menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan jumlah responden sebanyak 72 penderita hipertensi. Persepsi penyakit diukur menggunakan Brief Illness Perception Questionnaire (B-IPQ), sedangkan kepatuhan minum obat diukur menggunakan Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi penyakit pada responden didominasi oleh persepsi ancaman sedang (52.8%), diikuti persepsi rendah (319%) dan tinggi (15.3%). Sebagian besar responden tidak patuh dalam minum obat antihipertensi (69.4%), sedangkan yang patuh hanya 30.6%. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi penyakit dengan kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi di Kecamatan Soropia (p = 0.003; p < 0.05). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi penyakit dan kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi di Kecamatan Soropia, di mana persepsi penyakit yang lebih positif berpotensi meningkatkan kepatuhan pengobatan.
Hubungan Personal Hygiene dengan Kejadian Pediculosis Capitis pada Santriwati di Pondok Pesantren Tahfidz Baitul Qur’an Al Askar Kendari
Arqistia Chantika Abustam;
Arfiyan Sukmadi;
La Ode Alifariki
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 6 No. 2 (2026): Nursing and Health Care Technology-July to December Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.56742/nchat.v6i2.290
Pediculosis capitis merupakan masalah kesehatan global yang endemik di lingkungan padat huni seperti pondok pesantren, dimana praktik personal hygiene yang buruk dan kebiasaan berbagi alat pribadi menjadi faktor risiko terjadinya penularan kutu rambut. Penyakit ini disebabkan oleh infestasi parasit pediculus humanus capitis. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara personal hygiene dengan kejadian pediculosis capitis pada santriwati di Pondok Pesantren Tahfidz Baitul Qur’an Al Askar Kendari. Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik observasional dengan menggunakan metode cross sectional dengan variabel bebas adalah personal hygiene dan variabel terikat adalah pediculosis capitis. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling. Penelitian ini dilakukan tanggal 19 Desember 2025 dengan jumlah sampel 69 responden. Pengumpulan data menggunakan instrumen lembar kuesioner personal hygiene dan lembar observasi pediculosis capitis dan dianalisis menggunakan uji Fisher Exact Test. Hasil penelitian terhadap 69 responden diperoleh personal hygiene kategori baik yaitu sebanyak 64 orang 92.8%, sementara 5 orang lainnya 7.2% tergolong dalam kategori personal hygiene kurang. Pada kejadian pediculosis capitis terdapat 57 orang yang menderita pediculosis capitis 82.6% dan 12 orang lainnya tidak menderita pediculosis capitis 17.4%. Hasil uji Fisher Exact Test menunjukkan bahwa nilai p-value < 0.05. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara personal hygiene dengan kejadian pediculosis capitis pada santriwati di Pondok Pesantren Tahfidz Baitul Qur’an Al Askar Kendari dengan nilai (p = 0.034).