Dukungan keluarga sebagai salah satu faktor sosial diduga berperan dalam meningkatkan kemampuan pasien untuk mempertahankan perilaku diet yang dianjurkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara dukungan keluarga dan kepatuhan diet pada pasien Diabetes Mellitus di Puskesmas Sogaeadu. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 24 pasien Diabetes Mellitus yang memenuhi kriteria inklusi direkrut menggunakan teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan kepatuhan diet yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan Fisher’s Exact Test dengan tingkat kemaknaan p<0.05. Besarnya asosiasi dinyatakan dalam Prevalence Ratio (PR) dan 95% Confidence Interval (95% CI). Sebagian besar responden memiliki dukungan keluarga yang baik (66.7%) dan kepatuhan diet yang baik (58.3%). Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dan kepatuhan diet pada pasien Diabetes Mellitus (p=0.032). Responden yang memperoleh dukungan keluarga yang baik memiliki prevalensi kepatuhan diet 3 kali lebih tinggi dibandingkan responden dengan dukungan keluarga yang kurang baik (PR=3.00; 95% CI: 0.89–10.08). Dukungan keluarga berhubungan dengan kepatuhan diet pada pasien Diabetes Mellitus di Puskesmas Sogaeadu. Temuan ini mengindikasikan bahwa keterlibatan keluarga berpotensi mendukung pelaksanaan diet pada pasien DM dan perlu dipertimbangkan dalam program edukasi serta pengelolaan penyakit kronis di tingkat pelayanan kesehatan primer. Namun, hasil penelitian perlu diinterpretasikan secara hati-hati mengingat ukuran sampel yang relatif kecil dan desain cross-sectional yang tidak dapat menjelaskan hubungan kausal.
Copyrights © 2026