Evalatifah Nurhayati
Departemen Keperawatan, PUI Palliatuve Care, Universitas Prima Indonesia, Medan, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Usia, Lama Menderita Diabetes, dan Penyakit Penyerta dengan Kualitas Hidup Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di RSU Bina Kasih Medan Siti Raudah; Jentris Hellful Zebua; Jumarni Jumarni; Tania Aryodila; Evalatifah Nurhayati
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 7 No. 1 (2026): Nursing and Health Care Technology-January to June Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v7i1.331

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis yang dapat mempengaruhi kondisi fisik, psikologis, dan sosial sehingga berdampak terhadap kualitas hidup penderitanya. Karakteristik pasien seperti umur, durasi diabetes melitus, dan penyakit penyerta diduga memiliki hubungan dengan kualitas hidup penderita diabetes melitus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan karakteristik pasien dengan kualitas hidup penderita diabetes melitus di RSU Bina Kasih Medan. Penelitian menggunakan desain cross sectional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian sebanyak 70 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner WHOQOL-BREF dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan bantuan aplikasi SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 50–59 tahun sebanyak 39 orang (55.7%), memiliki durasi diabetes melitus sedang sebanyak 47 orang (67.1%), tidak memiliki penyakit penyerta sebanyak 40 orang (57.1%), dan memiliki kualitas hidup kurang sebanyak 25 orang (35.7%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara umur dengan kualitas hidup (p = 0.150), tidak terdapat hubungan antara durasi diabetes melitus dengan kualitas hidup (p = 0.359), dan tidak terdapat hubungan antara penyakit penyerta dengan kualitas hidup (p = 0.387). Penelitian ini menyimpulkan bahwa karakteristik pasien yang meliputi umur, durasi diabetes melitus, dan penyakit penyerta tidak berhubungan secara signifikan dengan kualitas hidup penderita diabetes melitus. Kualitas hidup penderita diabetes melitus dipengaruhi oleh berbagai faktor multidimensional seperti kemampuan adaptasi, dukungan keluarga, kepatuhan terapi, dan kondisi psikologis.
Hubungan Signifikansi Dukungan Keluarga dengan Kedisiplinan Diet Penderita Diabetes Melitus: Studi di Puskesmas Sogaeadu Setiaman Hura; Martinus Lombu; Ester Ampriani Gulo; Desty Wiyata Madyanti Gulo; Hotliannadana Estika Sinaga; Evalatifah Nurhayati
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 6 No. 2 (2026): Nursing and Health Care Technology-July to December Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v6i2.307

Abstract

Dukungan keluarga sebagai salah satu faktor sosial diduga berperan dalam meningkatkan kemampuan pasien untuk mempertahankan perilaku diet yang dianjurkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara dukungan keluarga dan kepatuhan diet pada pasien Diabetes Mellitus di Puskesmas Sogaeadu. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sebanyak 24 pasien Diabetes Mellitus yang memenuhi kriteria inklusi direkrut menggunakan teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan kepatuhan diet yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan Fisher’s Exact Test dengan tingkat kemaknaan p<0.05. Besarnya asosiasi dinyatakan dalam Prevalence Ratio (PR) dan 95% Confidence Interval (95% CI). Sebagian besar responden memiliki dukungan keluarga yang baik (66.7%) dan kepatuhan diet yang baik (58.3%). Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dan kepatuhan diet pada pasien Diabetes Mellitus (p=0.032). Responden yang memperoleh dukungan keluarga yang baik memiliki prevalensi kepatuhan diet 3 kali lebih tinggi dibandingkan responden dengan dukungan keluarga yang kurang baik (PR=3.00; 95% CI: 0.89–10.08). Dukungan keluarga berhubungan dengan kepatuhan diet pada pasien Diabetes Mellitus di Puskesmas Sogaeadu. Temuan ini mengindikasikan bahwa keterlibatan keluarga berpotensi mendukung pelaksanaan diet pada pasien DM dan perlu dipertimbangkan dalam program edukasi serta pengelolaan penyakit kronis di tingkat pelayanan kesehatan primer. Namun, hasil penelitian perlu diinterpretasikan secara hati-hati mengingat ukuran sampel yang relatif kecil dan desain cross-sectional yang tidak dapat menjelaskan hubungan kausal.