Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT)
Vol. 6 No. 2 (2026): Nursing and Health Care Technology-July to December Period

Hubungan Kualitas Air Bersih dan Sanitasi Dasar dengan Kejadian Diare di Kabupaten Aceh Utara

Rildayani Rildayani (Departemen Kebidanan, STIKes Darussalam Lhokseumawe, Indonesia)
Juwita Maulani (Departemen Kebidanan, STIKes Darussalam Lhokseumawe, Indonesia)
Wahyuni Wahyuni (Departemen Kebidanan, STIKes Darussalam Lhokseumawe, Indonesia)
Cut Linar (Departemen Kebidanan, STIKes Darussalam Lhokseumawe, Indonesia)
Muammar Muammar (Departemen Keperawatan, STIKes Darussalam Lhokseumawe, Indonesia)



Article Info

Publish Date
11 Jun 2026

Abstract

Diare masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang erat kaitannya dengan kualitas air bersih dan sanitasi dasar, terutama di wilayah terdampak banjir. Kondisi lingkungan yang tidak memenuhi syarat meningkatkan risiko penularan penyakit berbasis air. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kualitas air bersih dan sanitasi dasar dengan kejadian diare di Kabupaten Aceh Utara. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah sampel 60 rumah tangga yang dipilih secara proportional random sampling. Variabel independen meliputi kualitas air bersih, ketersediaan air bersih, jamban layak, SPAL, dan sarana pembuangan sampah, sedangkan variabel dependen adalah kejadian diare. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dan Odds Ratio (OR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 53.3% responden mengalami diare. Seluruh variabel memiliki hubungan signifikan dengan kejadian diare (p < 0.05). Kualitas air bersih merupakan faktor paling dominan dengan OR = 37.5, diikuti SPAL (OR = 16), penyediaan air bersih (OR = 14), jamban layak (OR = 11), dan sarana pembuangan sampah (OR = 8). Kesimpulan penelitian bahwa terdapat hubungan signifikan antara kualitas air bersih dan sanitasi dasar dengan kejadian diare. Kualitas air bersih merupakan faktor risiko paling dominan terhadap kejadian diare di Kabupaten Aceh Utara.

Copyrights © 2026