Latar Belakang: Pemanfaatan aplikasi Mobile JKN di Indonesia baru mencapai sekitar 14% dari 278,1 juta peserta BPJS Kesehatan, meskipun cakupan kepesertaan nasional telah mencapai 98,45%. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara pengembangan teknologi dan kapasitas literasi digital pengguna. Penelitian sebelumnya berbasis UTAUT2 lebih banyak menekankan persepsi terhadap teknologi dan belum banyak menguji peran literasi digital secara bersamaan. Tujuan: Menganalisis pengaruh Literasi Digital terhadap intensi penggunaan Mobile JKN setelah mengontrol konstruk UTAUT2 yang diperluas dengan Personal Innovativeness. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional dilakukan di Universitas Aisyiyah Palembang tahun 2025–2026 terhadap 79 mahasiswa peserta aktif BPJS Kesehatan yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner 43 butir skala Likert 5 poin dan dianalisis dengan regresi linear berganda menggunakan SPSS. Hasil: Model regresi signifikan secara simultan (F = 21,055; p < 0,001) dengan nilai R² = 0,733. Dari sembilan prediktor, hanya Literasi Digital yang berpengaruh positif signifikan terhadap intensi penggunaan Mobile JKN (B = 0,734; β = 0,624; p < 0,001). Saran: BPJS Kesehatan perlu memperkuat edukasi literasi digital yang berfokus pada peningkatan kecakapan penggunaan Mobile JKN. Perguruan tinggi disarankan mengintegrasikan literasi digital ke dalam kurikulum, sedangkan penelitian selanjutnya perlu melibatkan sampel yang lebih luas, menggunakan desain longitudinal atau PLS-SEM, serta menambahkan variabel kontekstual seperti dukungan sosial dan kepercayaan terhadap keamanan data.Kata Kunci: Caregiver Keluarga, Deteksi Dini, Early Warning Signs, Kegawatdaruratan, Lansia
Copyrights © 2026