Latar Belakang: Tersedak merupakan kegawatdaruratan pada anak usia prasekolah yang dapat menyebabkan asfiksia hingga kematian jika tidak segera ditangani. Ibu sebagai pengasuh utama berperan penting dalam pertolongan pertama, namun kemampuannya diduga dipengaruhi oleh karakteristik seperti usia, pekerjaan, dan tingkat pendidikan. Tujuan: Menganalisis hubungan karakteristik ibu, meliputi usia, pekerjaan, dan tingkat pendidikan, dengan pengetahuan tentang penanganan tersedak pada anak usia prasekolah. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki anak usia prasekolah di TK 'Aisyiyah 26 Palembang sebanyak 21 orang. Sampel penelitian 16 responden yang memenuhi kriteria inklusi dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan tentang penanganan tersedak pada anak dan dianalisis menggunakan uji Fisher’s Exact. Hasil: Sebagian besar responden berusia 36–45 tahun (56,25%), bekerja sebagai ibu rumah tangga (75%), dan berpendidikan terakhir SMA (56,25%). Sebanyak 50% responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik mengenai penanganan tersedak pada anak. Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia (p=0,619), pekerjaan (p=1,000), dan tingkat pendidikan (p=0,282) dengan pengetahuan ibu tentang penanganan tersedak pada anak (p>0,05). Saran: Edukasi dan pelatihan penanganan tersedak secara berkala perlu dilakukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan ibu dalam menghadapi kejadian tersedak pada anak.Kata kunci: Anak Prasekolah, Karakteristik Ibu, Penanganan Tersedak, Pengetahuan
Copyrights © 2026