Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU DALAM UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE PADA BALITA DI POLIKLINIK ANAK RUMAH SAKIT Nopianti Nopianti; Sunarmi Sunarmi; Neng Annis Fathia; Susanti Delina
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 18, No 1 (2026): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v18i1.1656

Abstract

Latar Belakang: Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue sejenis virus yang tergolong arbovirus dan masuk kedalam tubuh penderita melalui gigitan nyamuk aedes aegypty, Penderita yang terinfeksi akan memiliki gejala berupa demam ringan sampai tinggi, disertai dengan sakit kepala, nyeri pada mata, otot dan persendian, hingga perdarahan spontan. Tujuan: Mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap ibu dalam upaya pencegahan penyakit demam berdarah dengue pada balita. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian Survey Analitik dengan pendekatan Cross Sectional, teknik pengambilan sampel penelitian Acidentall Sampling. Tempat penelitian di Poliklinik RS Muhammadiyah Palembang tahun 2025 dengan sampel yang didapat sebanyak 30 responden, pengambilan data menggunakan kuesioner kemudian di uji dengan menggunakan uji chi square dengan nilai α = 0,05. Hasil: Hasil penelitian dari 30 responden, diketahui bahwa hasil analisa bivariat pengetahuan dengan nilai (p-0,013), artinya ada hubungan yang bermakna dengan upaya pencegahan penyakit DBD, sedangkan sikap (p-0,009) ada hubungan bermakna dengan upaya pencegahan DBD. Saran: Diharapkan dari rumah sakit perlu meningkatkan mutu pelayanan dengan memberi informasi bagi pasien DBD mengenai pentingnya upaya pencegahan penyakit DBD.            Kata Kunci: Balita, Pengetahuan, Sikap, Upaya Pencegahan DBD
KARAKTERISTIK IBU TERHADAP PENGETAHUAN IBU DALAM PENANGANAN TERSEDAK PADA ANAK Neng Annis Fathia; Selvi Prima Wulandari
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 11, No 2 (2026): Agustus 2026 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v11i2.1754

Abstract

Latar Belakang: Tersedak merupakan kegawatdaruratan pada anak usia prasekolah yang dapat menyebabkan asfiksia hingga kematian jika tidak segera ditangani. Ibu sebagai pengasuh utama berperan penting dalam pertolongan pertama, namun kemampuannya diduga dipengaruhi oleh karakteristik seperti usia, pekerjaan, dan tingkat pendidikan. Tujuan: Menganalisis hubungan karakteristik ibu, meliputi usia, pekerjaan, dan tingkat pendidikan, dengan pengetahuan tentang penanganan tersedak pada anak usia prasekolah. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki anak usia prasekolah di TK 'Aisyiyah 26 Palembang sebanyak 21 orang. Sampel penelitian 16 responden yang memenuhi kriteria inklusi dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan tentang penanganan tersedak pada anak dan dianalisis menggunakan uji Fisher’s Exact. Hasil: Sebagian besar responden berusia 36–45 tahun (56,25%), bekerja sebagai ibu rumah tangga (75%), dan berpendidikan terakhir SMA (56,25%). Sebanyak 50% responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik mengenai penanganan tersedak pada anak. Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia (p=0,619), pekerjaan (p=1,000), dan tingkat pendidikan (p=0,282) dengan pengetahuan ibu tentang penanganan tersedak pada anak (p>0,05). Saran: Edukasi dan pelatihan penanganan tersedak secara berkala perlu dilakukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan ibu dalam menghadapi kejadian tersedak pada anak.Kata kunci: Anak Prasekolah, Karakteristik Ibu, Penanganan Tersedak, Pengetahuan