Perpustakaan masjid memiliki peran strategis sebagai pusat pembelajaran, dakwah, dan pengembangan literasi keislaman masyarakat. Namun, pengelolaan koleksi di banyak perpustakaan masjid masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan kebijakan pengembangan koleksi, dominasi koleksi hasil donasi yang kurang sesuai dengan kebutuhan jamaah, minimnya pemanfaatan teknologi informasi, serta belum adanya model pengembangan koleksi yang sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan model pengembangan koleksi pada perpustakaan masjid yang mampu mendukung peningkatan literasi keislaman masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain eksploratori, melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan penyebaran kuesioner kepada pengelola perpustakaan dan jamaah pada beberapa perpustakaan masjid. Data kuantitatif dianalisis menggunakan statistik deskriptif, sedangkan data kualitatif dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan koleksi perpustakaan masjid masih berorientasi pada pengadaan koleksi tanpa didukung kebijakan tertulis, analisis kebutuhan informasi, maupun evaluasi koleksi secara berkala. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini menghasilkan model pengembangan koleksi yang meliputi enam tahapan utama, yaitu analisis kebutuhan literasi masyarakat, penyusunan kebijakan pengembangan koleksi, seleksi dan pengadaan koleksi, pengembangan koleksi digital, optimalisasi pemanfaatan koleksi melalui program literasi, serta evaluasi berkelanjutan. Model ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pengelola perpustakaan masjid dalam membangun koleksi yang relevan, mutakhir, dan berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan kualitas literasi keislaman masyarakat. Penelitian ini memberikan kontribusi konseptual terhadap pengembangan ilmu perpustakaan sekaligus menawarkan model praktis yang dapat diadaptasi oleh perpustakaan masjid di berbagai daerah.
Copyrights © 2026