Diare merupakan keadaaan dimana seseorang mengeluarkan feses cair yang dapat disertai darah ataupun lender lebih dari 3 kali dalam sehari. Hal tersebut dapat diatasi dengan penggunaan tanaman kacang polong yang mengandung senyawa metabolit aktif yaitu flavonoid untuk mengeraskan feses dan mengurasi durasi terjadinya diare, serta tanin yang berfungsi spasmolitik pada gerak peristaltik pencernaan sehingga frekuensi terjadinya diare berkurang. Tujuan penelitian ini yaitu pengujian efektivitas antidiare ekstrak kacang polong (Pisum sativum L.) pada mencit jantan dan dosis efektif ekstrak tersebut untuk pencegahan diare. Metode penelitian ini yaitu pembuatan ekstrak kacang polong menggunakan metode maserasi selam 3 hari dengan pelarut etanol 70%, kemudian dibuat suspensi ekstrak kacang polong F1 (100mg/kgbb), F2 (200mg/kgbb), dan F3 (300mg/kgbb), kemudian di ujikan pada mencit yang sudah diinduksi oleum ricini agar terjadi diare. Hasil penelitian didapatkan bahwa ekstrak kacang polong mempunyai efektivitas antidiare pada mencit jantan dan dosis 300 mg merupakan dosis paling efektif pada ekstrak kacang polong (Pisum sativum L.) untuk pencegahan diare terhadap mencit jantan dibandingkan dosis lainnya (dosis 100mg dan 200mg). Hasil analisis dengan SPSS versi 26 pada F1-F3 untuk uji normalitas dan uji homogenitas didapatkan nilai signifikansi p-value>0,05 dan pada uji One Way Anova didapatkan hasil p-value < 0,05 serta pada uji lanjutan Post-Hoc Tukey HSD didapatkan hasil p-value<0,05 yang artinya dosis ekstrak etanol kacang polong (Pisum sativum L.) berpengaruh terhadap parameter uji. Kesimpulan penelitian ini yaitu ekstrak kacang polong yang mengandung senyawa metabolit aktif dapat digunakan sebagai pengobatan antidiare.
Copyrights © 2026