Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan utama yang memicu penyakit kardiovaskular. Enzim pengonversi angiotensin (ACE) berperan penting dalam regulasi tekanan darah sehingga menjadi target utama pengembangan obat antihipertensi. Kulit ubi jalar ungu (Ipomoea batatas var. Ayamurasaki) diketahui mengandung metabolit sekunder, seperti flavonoid, antosianin, dan asam fenolik, yang berpotensi sebagai inhibitor ACE. Penelitian ini bertujuan memancarkan potensi 10 senyawa aktif kulit ubi jalar ungu sebagai penghambat ACE melalui pendekatan in silico. Metode yang digunakan meliputi penambatan molekul (Gnina), serta prediksi farmakokinetik (SwissADME) dan toksisitas (ProTox-III). Hasil docking menunjukkan bahwa senyawa uji yaitu myricetin (-9,07), quercetin (-10,75), cyanidin (-9,95), pelargonidin (-9,39), peonidin (-9,36), 3CQA (-9,33), apigenin (-9,22), 4CQA (-9,19), dan 5CQA (-8,88) memiliki nilai ikatan bebas rendah dan memiliki afinitas baik, Senyawa berinteraksi melalui hidrogen hidrogen, hidrofobik, dan elektrostatik. Prediksi toksisitas menunjukkan sebagian besar senyawa berada pada tingkat 5 (tidak beracun), kecuali myricetin dan quercetin (Tingkat 3). Seluruh senyawa uji memiliki profil farmakokinetik yang baik, sehingga mendukung potensinya sebagai kandidat antihipertensi alami.
Copyrights © 2026