Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian lahan wisata buatan secara spasial di Kota Batu sebagai dasar penataan kawasan pariwisata yang berkelanjutan. Metode yang digunakan menggabungkan teknik klaster spasial menggunakan fitur DBSCAN pada perangkat lunak ArcGIS dengan analisis kesesuaian lahan berbasis data geospasial. Sebanyak 62 objek wisata buatan dikelompokkan ke dalam lima klaster berdasarkan kedekatan lokasi, lalu dianalisis kesesuaiannya terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) serta kemampuan lahan berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 20/PRT/M/2007. Hasil penelitian menunjukkan adanya ketidaksesuaian pemanfaatan ruang pada beberapa klaster, khususnya di kawasan budidaya dan lindung yang tidak selaras dengan peruntukan tata ruang. Selain itu, penelitian ini juga menyajikan arah pengembangan kawasan wisata berdasarkan hasil overlay antara kesesuaian lahan dan lokasi klaster. Pendekatan ini menghasilkan kerangka kerja spasial adaptif yang dapat mendukung perencanaan pariwisata yang lebih terarah, sesuai dengan kondisi lingkungan, dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026