Kelurahan Jerambah Gantung di Kota Pangkalpinang menghadapi tantangan serius dalam aksesibilitas air bersih, yang meliputi jarak, kualitas air, biaya, serta waktu yang diperlukan masyarakat untuk memperoleh air bersih. Mayoritas penduduk masih bergantung pada sumur bor sebagai sumber air utama, meskipun sumber tersebut kerap tidak memenuhi standar kualitas dan kuantitas yang dibutuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor utama yang memengaruhi aksesibilitas air bersih di wilayah tersebut, menggunakan pendekatan kuantitatif melalui metode analisis regresi linear berganda. Data primer dikumpulkan melalui observasi lapangan dan kuesioner yang melibatkan 261 responden, sementara data sekunder diperoleh dari dokumen resmi dan literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiga faktor utama, yaitu lama waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan air, jenis pelayanan air yang digunakan, dan ketersediaan air, secara signifikan memengaruhi aksesibilitas. Analisis juga mengungkapkan bahwa faktor teknis seperti kerusakan pipa dan kualitas air memiliki pengaruh yang lebih kecil dibandingkan faktor jarak dan waktu. Temuan ini menunjukkan perlunya upaya terintegrasi untuk memperbaiki infrastruktur air bersih, meningkatkan efisiensi pengelolaan sumber daya air, serta memastikan distribusi yang merata di seluruh wilayah. Rekomendasi dari penelitian ini mencakup penguatan kapasitas teknis dan kelembagaan dalam penyediaan air bersih, dengan tujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan mendukung keberlanjutan lingkungan
Copyrights © 2026