Umah Lumba Education Center (ULEC) menghadapi tantangan berupa ketiadaan acuan materi baku pada Kelas Pendidikan Lingkungan Hidup, sehingga materi ajar sering berubah seiring pergantian pengajar. Pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas kelembagaan ULEC melalui standardisasi kurikulum konservasi pesisir dan satwa liar yang mengacu pada standar global Deklarasi Tbilisi 1977. Metodologi pengabdian menggunakan pendekatan partisipatif melalui model Collaborative Curriculum Design. Populasi kegiatan melibatkan seluruh elemen pendidikan di ULEC dengan sampel sebanyak 9 siswa dan 6 pengelola yang dipilih secara purposif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui koordinasi daring dan Focus Group Discussion (FGD) untuk memetakan kebutuhan empiris lapangan. Hasil pengabdian berupa Modul Kurikulum Pendidikan Konservasi Pesisir dan Satwa Liar yang terbagi menjadi tiga level kompetensi: Explorer, Guardian, dan Ambassador. Implementasi modul ini berhasil mentransformasi kegiatan edukasi yang semula sporadis menjadi sistem pembelajaran yang sistematis dan berjenjang. Meskipun terdapat tantangan adaptasi teknis pada fase awal, konsistensi penggunaan modul diprediksi akan menghasilkan lulusan yang kompeten dalam aksi konservasi nyata. Direkomendasikan bagi ULEC untuk melakukan pelatihan berkelanjutan bagi tutor baru guna menjaga memori institusional dan melakukan evaluasi kurikulum secara periodik agar tetap relevan dengan dinamika ekosistem pesisir Bali Utara.
Copyrights © 2026