Rindya Fery Indrawan
Program Studi Akuakultur, Universitas Muhammadiyah Malang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Standarisasi Kurikulum Pendidikan Konservasi Pesisir Dan Satwa Liar Sebagai Upaya Penguatan Kapasitas Kelembagaan Umah Lumba Education Center Kabupaten Buleleng, Bali Hafid Adim Pradana; Muhammad Fadzryl Adzmy; Rindya Fery Indrawan
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 11, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/japi.v11i2.9106

Abstract

Umah Lumba Education Center (ULEC) menghadapi tantangan berupa ketiadaan acuan materi baku pada Kelas Pendidikan Lingkungan Hidup, sehingga materi ajar sering berubah seiring pergantian pengajar. Pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas kelembagaan ULEC melalui standardisasi kurikulum konservasi pesisir dan satwa liar yang mengacu pada standar global Deklarasi Tbilisi 1977. Metodologi pengabdian menggunakan pendekatan partisipatif melalui model Collaborative Curriculum Design. Populasi kegiatan melibatkan seluruh elemen pendidikan di ULEC dengan sampel sebanyak 9 siswa dan 6 pengelola yang dipilih secara purposif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui koordinasi daring dan Focus Group Discussion (FGD) untuk memetakan kebutuhan empiris lapangan. Hasil pengabdian berupa Modul Kurikulum Pendidikan Konservasi Pesisir dan Satwa Liar yang terbagi menjadi tiga level kompetensi: Explorer, Guardian, dan Ambassador. Implementasi modul ini berhasil mentransformasi kegiatan edukasi yang semula sporadis menjadi sistem pembelajaran yang sistematis dan berjenjang. Meskipun terdapat tantangan adaptasi teknis pada fase awal, konsistensi penggunaan modul diprediksi akan menghasilkan lulusan yang kompeten dalam aksi konservasi nyata. Direkomendasikan bagi ULEC untuk melakukan pelatihan berkelanjutan bagi tutor baru guna menjaga memori institusional dan melakukan evaluasi kurikulum secara periodik agar tetap relevan dengan dinamika ekosistem pesisir Bali Utara.