Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan yogurt fungsional berbasis bahan lokal serta meningkatkan kapasitas UMKM dalam produksi pangan fermentasi yang terstandar. Kegiatan dilakukan melalui pendekatan demonstrasi langsung (on-site demonstration) dan pelatihan praktik (hands-on training) kepada mitra UMKM yogurt di Kota Batu. Formulasi yogurt dikembangkan dengan penambahan pureee ubi jalar ungu dan oranye pada konsentrasi 0%, 5%, 10%, dan 15%, secara terpisah untuk kedua variasi. Evaluasi produk secara kuantitatif dilakukan melalui uji pH dengan tiga ulangan dan organoleptik terhadap 25 orang panelis. Analisis data pH dilakukan secara statistik deskriptif dan disajikan dalam mean ± SD. Analisis data organoleptik dilakukan dengan uji Friedmann dilanjutkan dengan uji lanjut Wilcoxon untuk hasil signifikan. Hasil menunjukkan bahwa fortifikasi hingga 15% tidak mempengaruhi penurunan pH selama fermentasi dari 6,50-6,55 menjadi 4,34-4,52. Uji organoleptik menggunakan skala hedonik (1-5) menunjukkan peningkatan penerimaan panelis pada seluruh atribut, dengan nilai total tertinggi pada perlakuan 15% sebesar 4,38 dibandingkan kontrol sebesar 3,15. Peningkatan ini terutama dipengaruhi oleh atribut warna dan tekstur. Selain itu, kegiatan pelatihan meningkatkan kemampuan mitra dalam mengendalikan proses fermentasi, menerapkan sanitasi produksi, serta menghasilkan produk yang lebih konsisten dan terstandar. Mitra juga mulai mampu mengembangkan 2-3 variasi produk berbasis formulasi yang diberikan. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa inovasi yogurt fungsional berbasis bahan lokal dapat diterapkan secara efektif pada skala UMKM serta berpotensi meningkatkan kualitas produk dan daya saing usaha.
Copyrights © 2026