Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) melalui sistem zonasi dirancang sebagai reformasi strategis untuk mewujudkan pemerataan akses dan mutu pendidikan serta mengikis dikotomi sekolah favorit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam implementasi kebijakan SPMB sistem zonasi di Kabupaten Bandung Barat (KBB) dengan mengaplikasikan kerangka teoritis George C. Edwards III. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi literatur, analisis dokumen regulasi, dan penelaahan data sekunder. Fokus analisis dieksplorasi melalui empat variabel utama: transmisi dan hambatan komunikasi sosialisasi kepada orang tua siswa, kecukupan daya tampung dan sarana sekolah (sumber daya), kepatuhan aparatur pelaksana dalam menghadapi tekanan sosial (disposisi), serta penegakan Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan kecurangan di lingkungan Dinas Pendidikan KBB (struktur birokrasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan SPMB zonasi di KBB masih diwarnai tantangan sistemik, meliputi rendahnya pemahaman teknis masyarakat, ketimpangan sebaran sekolah yang memicu timbulnya blank spot, kerentanan komitmen pelaksana akibat intervensi sosiopolitik, serta perlunya penguatan SOP verifikasi berkas kependudukan secara faktual guna mencegah manipulasi data.
Copyrights © 2026