Kabupaten Bandung Barat merupakan salah satu kawasan dengan tingkat kerentanan bencana yang tinggi di Indonesia, khususnya terkait ancaman Sesar Lembang, tanah longsor, dan banjir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di tingkat Sekolah Dasar wilayah Kabupaten Bandung Barat melalui lensa teori implementasi kebijakan publik dari Merilee S. Grindle. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dengan mengintegrasikan studi literatur dari berbagai referensi utama, termasuk analisis komprehensif terhadap pilar-pilar SPAB yang berfokus pada kesiapsiagaan, mitigasi struktural, integrasi kurikulum, dan dukungan psikososial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan SPAB sangat ditentukan oleh variabel Content of Policy (Isi Kebijakan), seperti kejelasan manfaat dan sumber daya, serta Context of Implementation (Lingkungan Implementasi), meliputi strategi aktor dan kepatuhan institusional. Walaupun edukasi bencana telah terintegrasi dalam pembelajaran tematik, tantangan mitigasi struktural pada bangunan sekolah masih menjadi kendala utama. Keterlibatan lintas sektor (BPBD, sekolah, masyarakat) merupakan kunci utama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi SPAB di Kabupaten Bandung Barat tidak hanya sebatas pemenuhan regulasi administratif, melainkan sebuah rekayasa sosial berkelanjutan untuk mencetak generasi sadar krisis. Rekomendasi difokuskan pada penguatan infrastruktur dan kolaborasi pentahelix.
Copyrights © 2026