Pengembangan filler ramah lingkungan untuk aplikasi karet menjadi perhatian penting dalam upaya mendukung material berkelanjutan. Selulosa bakteri memiliki potensi sebagai bio-filler karena kemurnian tinggi, struktur nanofiber tiga dimensi, dan sifat biodegradabilitas yang baik, namun sifat hidrofiliknya membatasi kompatibilitas dengan matriks karet yang bersifat hidrofobik. Penelitian ini bertujuan untuk merekayasa permukaan selulosa bakteri menggunakan agen kopling silane berbasis sulfur, yaitu 3-mercaptopropyltrimethoxysilane (MPTMS) dan bis[3-(triethoxysilyl)propyl] polysulfide (Si69), dengan penambahan limonene dioxide sebagai komponen pendukung berbasis bio untuk menghasilkan fungsionalisasi kimia yang optimum. Modifikasi dilakukan melalui proses silanisasi dengan variasi formulasi MPTMS (Formula A–D) dan Si69 (Formula E–H). Keberhasilan modifikasi dievaluasi menggunakan Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) untuk mengidentifikasi pembentukan gugus fungsional baru dan X-Ray Fluorescence (XRF) untuk menganalisis komposisi unsur silikon dan sulfur. Hasil FTIR menunjukkan terbentuknya ikatan Si–O–C dan Si–O–Si pada selulosa bakteri termodifikasi, sedangkan analisis XRF mengonfirmasi peningkatan kandungan silikon dan sulfur setelah modifikasi. Sistem MPTMS dan Si69 menunjukkan karakteristik fungsionalisasi yang berbeda, untuk setiap struktur mercapto dan polisulfida. Berdasarkan integrasi hasil FTIR dan XRF, Formula B dan Formula G ditetapkan sebagai formulasi optimum untuk sistem MPTMS dan Si69. Studi ini memberikan pemahaman fundamental mengenai modifikasi selulosa bakteri berbasis silane serta menjadi dasar konseptual bagi pengembangan bio-filler ramah lingkungan untuk aplikasi karet.
Copyrights © 2026