Mata pelajaran Bahasa Indonesia pada ranah pendidikan dasar mewajibkan ketersediaan media konkret yang adaptif, Sehingga abtraksi konsep linguistik dapat dikonversi menjadi lebih aplikatif dan mudah dipahami oleh kognisi murid. Namun, pembelajaran materi kata depan masih didominasi oleh kegiatan menulis menggunakan buku paket sehingga keterlibatan murid dalam proses pembelajaran belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pengembangan media diorama “Journey Map” pada materi penggunaan kata depan kelas III sekolah dasar. Penelitian menggunakan metode Research and Development (RD) dengan model ADDIE yang difokuskan pada tahap analisis kebutuhan (need assessment). Penelitian dilaksanakan di SDN Bunulrejo 02 Kota Malang dengan melibatkan guru kelas III dan 12 murid kelas III sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dan angket analisis kebutuhan menggunakan skala Guttman. Data penelitian diproses melalui telaah data yang berlandaskan model Miles dan Huberman. Prosedur tersebut mencakup tiga alur kegiatan utama, yaitu mereduksi data, menyajikan temuan secara sistematis, dan diakhiri dengan penetapan kesimpulan. Temuan dari riset ini mengonfirmasi bahwa murid membutuhkan media pembelajaran yang lebih interaktif, melibatkan unsur permainan dan petualangan, serta memanfaatkan benda konkret untuk membantu memahami materi secara lebih jelas. Berdasarkan hasil tersebut, media diorama “Journey Map” berpotensi dikembangkan sebagai alternatif media pembelajaran Bahasa Indonesia pada materi penggunaan kata depan kelas III sekolah dasar.
Copyrights © 2026