Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh suhu pemanasan (190–205°C) terhadap Total Moisture (TM) dan Calorific Value (CV) pada proses peningkatan kualitas batubara peringkat rendah (brown coal upgrading) dari Seam S, Pit 4 PT. Baturona Adimulya. Sebanyak 16 sampel batubara dipanaskan pada suhu 190°C hingga 205°C dengan interval 1°C dan diamati pada hari ke-3, 6, 9, 12, dan 15. Analisis statistik menggunakan korelasi Pearson dan regresi linear dilakukan untuk menentukan hubungan antara suhu pemanasan dengan TM dan CV. Hasil penelitian menunjukkan korelasi negatif yang sangat kuat antara suhu pemanasan dan TM pada hari ke-15 (r = -0,866; p < 0,001), yang menunjukkan bahwa peningkatan suhu sebesar 1°C menurunkan TM sebesar 0,045%. Nilai kalor menunjukkan penurunan rata-rata dari sekitar 5.862 kkal/kg (hari ke-3) menjadi sekitar 5.725 kkal/kg (hari ke-15). Model regresi linear menjelaskan 75% variasi TM pada hari ke-15 (R² = 0,750). Penelitian ini merekomendasikan suhu pemanasan optimal 198–202°C dengan durasi minimal 9 hari untuk mencapai target TM < 10,2% dan CV > 5.720 kkal/kg.
Copyrights © 2026