Masa remaja merupakan periode transisi yang ditandai dengan kematangan fungsi reproduksi, salah satunya melalui menstruasi. Keteraturan siklus menstruasi dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk tingkat stres yang dapat mengganggu keseimbangan hormon reproduksi. Data Puskesmas Pajang tahun 2024 menunjukkan terdapat 20 kasus gangguan siklus menstruasi pada remaja. Studi pendahuluan di SMP Muhammadiyah 5 Surakarta terhadap 12 siswi menunjukkan 8 siswi mengalami gangguan siklus menstruasi dengan tingkat stres yang bervariasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan tingkat stres dengan siklus menstruasi pada remaja putri di SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 130 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Perceived Stress Scale (PSS-10) dan kuesioner siklus menstruasi, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan 84 responden (64,6%) mengalami stres sedang dan 81 responden (62,3%) memiliki siklus menstruasi tidak teratur. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,003 (p < 0,05). Disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat stres dengan siklus menstruasi pada remaja putri di SMP Muhammadiyah 5 Surakarta.
Copyrights © 2026