ABSTRAK Sifilis merupakan salah satu Transfusion-Transmissible Infections (TTIs) yang menjadi perhatian dalam upaya menjamin keamanan darah. Data hasil skrining sifilis pada pendonor tidak hanya berfungsi menentukan kelayakan darah donor, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber surveilans epidemiologi. Tujuan: Menganalisis profil epidemiologi kasus sifilis pada pendonor darah di Unit Transfusi Darah PMI Kabupaten Bojonegoro sebagai dasar surveilans keamanan darah. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Data sekunder berasal dari hasil skrining sifilis pendonor darah periode Januari 2020–Desember 2025. Sampel ditentukan dengan teknik total sampling terhadap seluruh pendonor dengan hasil skrining sifilis reaktif. Analisis dilakukan secara univariat menggunakan IBM SPSS Statistics versi 26 dan disajikan dalam distribusi frekuensi serta persentase. Hasil: Selama periode penelitian ditemukan 259 kasus sifilis reaktif. Kasus tertinggi terjadi pada tahun 2023 sebanyak 68 kasus (26,3%). Berdasarkan karakteristik pendonor, mayoritas kasus ditemukan pada pria (68,3%), kelompok usia 30–49 tahun (51,0%), dan kategori pekerjaan pegawai swasta (23,9%). Kesimpulan: Data skrining sifilis pada pendonor darah memberikan gambaran distribusi epidemiologi kasus sifilis di Kabupaten Bojonegoro dan berpotensi dimanfaatkan sebagai dasar surveilans keamanan darah. Penguatan skrining rutin dan pemanfaatan data secara berkala diperlukan untuk mendukung peningkatan keamanan transfusi darah
Copyrights © 2026