Latar Belakang: Ikterus neonatorum merupakan gangguan kesehatan umum pada bayi baru lahir, yang berpotensi mengancam jiwa. BBLR diketahui sebagai faktor risiko utama akibat imaturitas sistem konjugasi bilirubin hepatik. Hubungan antara BBLR dengan kejadian ikterus neonatorum di RS PKU Muhammadiyah Cepu belum pernah diteliti secara khusus. Tujuan: Mengetahui hubungan antara BBLR dengan kejadian ikterus neonatorum pada bayi baru lahir di RS PKU Muhammadiyah Cepu. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik cross sectional. Sampel berjumlah 34 bayi BBLR periode April-Mei 2026, diambil dari rekam medis. Analisis data menggunakan Fisher Exact Test dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil: Dari 34 sampel BBLR, 20 bayi (58,8%) BBLR preterm dan 14 bayi (41,2%) BBLR aterm. Ikterus ditemukan pada 28 bayi (82,4%), seluruhnya fisiologis. Semua BBLR preterm 100% mengalami ikterus, sedangkan BBLR aterm 57,1%. Uji Fisher Exact Test menghasilkan nilai p = 0,002 dan RR = 1,75. Kesimpulan: Terdapat hubungan bermakna antara BBLR dengan kejadian ikterus neonatorum (p = 0,002). BBLR preterm memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan BBLR aterm (RR = 1,75).
Copyrights © 2026