Latar Belakang: Kelalaian perawatan luka Sectio Caesarea (SC) memicu risiko infeksi daerah operasi. Media edukasi berbentuk video dipandang lebih aplikatif dalam meningkatkan kemampuan mandiri pasien dibandingkan metode leaflet. Tujuan: Menganalisis pengaruh video edukasi perawatan luka mandiri terhadap kemampuan mandiri dan kepatuhan perilaku pasien pasca-SC di RS PKU Muhammadiyah Cepu. Metode: Penelitian quasi-experimental (one group pretest-posttest) pada 50 responden pasca-SC dengan teknik purposive sampling. Analisis bivariat menggunakan uji Paired Samples T-Test (data normal) dan uji Wilcoxon Signed Rank Test (data tidak normal) berdasarkan uji Shapiro-Wilk. Hasil: Mayoritas responden berusia reproduksi sehat (88,0%), riwayat SC pertama (70,0%), dan berpendidikan SMA (48,0%). Pasca-intervensi, rata-rata nilai kemampuan naik dari 32,60 ± 4,16 menjadi 55,00 ± 5,10. Rata-rata skor kepatuhan juga meningkat dari 7,48 ± 1,61 menjadi 10,92 ± 1,35. Uji bivariat kedua variabel menunjukkan nilai p-value < 0,001. Simpulan: Video edukasi perawatan luka mandiri terbukti efektif secara signifikan dalam meningkatkan kemampuan mandiri sekaligus kepatuhan perilaku ibu pasca-SC selama program discharge planning.
Copyrights © 2026