Penerapan dokumentasi asuhan kebidanan elektronik menuntut bidan memiliki kompetensi digital yang memadai serta beban kerja yang dapat dikelola dengan baik. Kompetensi digital yang rendah dan beban kerja yang tinggi dapat memengaruhi kelengkapan, ketepatan, dan ketepatan waktu dokumentasi asuhan kebidanan elektronik. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kompetensi digital dan beban kerja dengan kualitas dokumentasi asuhan kebidanan elektronik. Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Responden penelitian berjumlah 80 bidan yang bekerja pada fasilitas pelayanan kesehatan yang telah menerapkan dokumentasi asuhan kebidanan elektronik. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur dan instrumen penilaian dokumentasi. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 38 responden (47,5%) memiliki kompetensi digital baik, 29 responden (36,3%) memiliki kompetensi digital sedang, dan 13 responden (16,2%) memiliki kompetensi digital rendah. Berdasarkan beban kerja, sebanyak 31 responden (38,8%) memiliki beban kerja rendah, 35 responden (43,7%) memiliki beban kerja sedang, dan 14 responden (17,5%) memiliki beban kerja tinggi. Kualitas dokumentasi elektronik berada pada kategori baik pada 45 responden (56,3%), sedang pada 25 responden (31,2%), dan kurang pada 10 responden (12,5%). Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara kompetensi digital dengan kualitas dokumentasi asuhan kebidanan elektronik (p<0,05). Beban kerja juga menunjukkan hubungan yang bermakna dengan kualitas dokumentasi asuhan kebidanan elektronik (p<0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kompetensi digital dan pengelolaan beban kerja merupakan strategi penting untuk meningkatkan kualitas dokumentasi asuhan kebidanan elektronik
Copyrights © 2026