Latar Belakang: Keluarga pasien yang dirawat di Intensive Care Unit (ICU) rentan mengalami stres dan kecemasan akibat kondisi pasien yang kritis. Perilaku caring perawat melalui komunikasi, empati, dan dukungan emosional diduga berperan dalam membantu keluarga mengembangkan mekanisme koping yang adaptif. Tujuan: Mengetahui hubungan perilaku caring perawat dengan koping keluarga pasien ICU di RS Bhayangkara TK III Palangka Raya. Metode: Penelitian kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dan sampel berjumlah 30 keluarga pasien ICU menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Assessment Caring Tool (ACT) dan Brief COPE Inventory (BCI), kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Sebagian besar responden memiliki koping adaptif sebanyak 24 orang (80%). Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku caring perawat dengan koping keluarga pasien ICU, dengan nilai Pearson Chi-Square sebesar 18,600 dan p-value = 0,000 (p<0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara perilaku caring perawat dengan koping keluarga pasien ICU. Semakin baik perilaku caring perawat, semakin adaptif mekanisme koping keluarga pasien, sehingga penerapan perilaku caring perlu terus ditingkatkan untuk mendukung pelayanan keperawatan yang berorientasi pada keluarga.
Copyrights © 2026