SEHAT : JURNAL KESEHATAN TERPADU
Vol. 5 No. 3 (2026)

BESARAN EFEK DAN MODERATOR PENYULUHAN KESEHATAN PUBERTAS DI DESA KONTUNAGA

Indra Farah Ni'sa (Politeknik Paramata Raha, Muna, Sulawesi Tenggara, Indonesia)
Nindy Elliana Benly (Politeknik Paramata Raha, Muna, Sulawesi Tenggara, Indonesia)
Wa Ode Siti Purnamasari (Politeknik Paramata Raha, Muna, Sulawesi Tenggara, Indonesia)
Nur Fara Lusti (Politeknik Paramata Raha, Muna, Sulawesi Tenggara, Indonesia)
Aditia Silvia Fazila (STIKES Yahya Bima, Nusa Tenggara Barat, Indonesia)
Eke Mahendra (Politeknik Paramata Raha, Muna, Sulawesi Tenggara, Indonesia)



Article Info

Publish Date
09 Aug 2026

Abstract

Meskipun bukti efektivitas penyuluhan kesehatan terhadap pengetahuan pubertas telah luas, besaran efek (effect size)-nya di komunitas pedesaan Indonesia yang minim sumber daya belum terkarakterisasi dengan baik, dan peran pengetahuan awal serta usia sebagai moderator belum dieksplorasi secara sistematis. Penelitian ini bertujuan mengkuantifikasi effect size intervensi penyuluhan satu sesi terhadap pengetahuan pubertas remaja putri pedesaan di Desa Kontunaga, serta menguji apakah usia dan tingkat pengetahuan awal memoderasi respons terhadap intervensi. Desain quasi-experimental one-group pretest-posttest digunakan pada 30 remaja putri (usia 12-18 tahun) yang direkrut dengan total sampling. Kuesioner 20 item tervalidasi (Cronbach's Alpha = 0,82) mengukur pengetahuan sebelum dan segera sesudah sesi penyuluhan terstruktur 60 menit berbasis Social Cognitive Theory. Uji Wilcoxon Signed-Rank dan uji McNemar digunakan untuk analisis inferensial; effect size dihitung sebagai r = Z/√n. Analisis subkelompok mengeksplorasi respons diferensial berdasarkan kelompok usia dan kategori pengetahuan awal. Proporsi berpengetahuan baik meningkat dari 13,3% (n=4) menjadi 96,7% (n=29). Uji Wilcoxon mengkonfirmasi peningkatan bermakna (Z = -5,014; p < 0,001) dengan effect size sangat besar (r = 0,915), secara substansial melampaui effect size studi sejenis di perkotaan (r = 0,60-0,75). Remaja usia >14 tahun dan kelompok berpengetahuan awal 'cukup' menunjukkan perolehan absolut tertinggi. Penyuluhan kesehatan terstruktur satu sesi menghasilkan efek yang jauh lebih besar di komunitas pedesaan yang kekurangan informasi dibandingkan konteks perkotaan, menunjukkan bahwa kesenjangan akses awal memperkuat dampak intervensi. Sesi tindak lanjut berkala direkomendasikan untuk mengevaluasi retensi pengetahuan melampaui recall segera.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

s-jkt

Publisher

Subject

Dentistry Environmental Science Health Professions Neuroscience Nursing Public Health Veterinary

Description

SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Journal of Health is a broad field of health such as health, Occupational Safety and Health, Epidemiology, nursing, public health, midwifery, medicine, Health Economics, Health Policy, Environmental health .pharmacy, health psychology, nutrition, health technology, ...