Wa Ode Siti Purnamasari
Politeknik Paramata Raha, Muna, Sulawesi Tenggara, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

BESARAN EFEK DAN MODERATOR PENYULUHAN KESEHATAN PUBERTAS DI DESA KONTUNAGA Indra Farah Ni'sa; Nindy Elliana Benly; Wa Ode Siti Purnamasari; Nur Fara Lusti; Aditia Silvia Fazila; Eke Mahendra
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.61475

Abstract

Meskipun bukti efektivitas penyuluhan kesehatan terhadap pengetahuan pubertas telah luas, besaran efek (effect size)-nya di komunitas pedesaan Indonesia yang minim sumber daya belum terkarakterisasi dengan baik, dan peran pengetahuan awal serta usia sebagai moderator belum dieksplorasi secara sistematis. Penelitian ini bertujuan mengkuantifikasi effect size intervensi penyuluhan satu sesi terhadap pengetahuan pubertas remaja putri pedesaan di Desa Kontunaga, serta menguji apakah usia dan tingkat pengetahuan awal memoderasi respons terhadap intervensi. Desain quasi-experimental one-group pretest-posttest digunakan pada 30 remaja putri (usia 12-18 tahun) yang direkrut dengan total sampling. Kuesioner 20 item tervalidasi (Cronbach's Alpha = 0,82) mengukur pengetahuan sebelum dan segera sesudah sesi penyuluhan terstruktur 60 menit berbasis Social Cognitive Theory. Uji Wilcoxon Signed-Rank dan uji McNemar digunakan untuk analisis inferensial; effect size dihitung sebagai r = Z/√n. Analisis subkelompok mengeksplorasi respons diferensial berdasarkan kelompok usia dan kategori pengetahuan awal. Proporsi berpengetahuan baik meningkat dari 13,3% (n=4) menjadi 96,7% (n=29). Uji Wilcoxon mengkonfirmasi peningkatan bermakna (Z = -5,014; p < 0,001) dengan effect size sangat besar (r = 0,915), secara substansial melampaui effect size studi sejenis di perkotaan (r = 0,60-0,75). Remaja usia >14 tahun dan kelompok berpengetahuan awal 'cukup' menunjukkan perolehan absolut tertinggi. Penyuluhan kesehatan terstruktur satu sesi menghasilkan efek yang jauh lebih besar di komunitas pedesaan yang kekurangan informasi dibandingkan konteks perkotaan, menunjukkan bahwa kesenjangan akses awal memperkuat dampak intervensi. Sesi tindak lanjut berkala direkomendasikan untuk mengevaluasi retensi pengetahuan melampaui recall segera.