Masyarakat Gorontalo merupakan salah satu provinsi yang ada di Indonesia yang sebagian masyarakatnya masih mempercayai berbagai kepercayaan termasuk hal-hal yang berhubungan dengan dunia gaib dan supranatural. Dalam sebagian masyarakat Gorontalo masih berkembang kepercayaan pada praktik tradisional seperti perdukunan. Perdukunan dipercaya oleh sebagian masyarakat untuk penyembuhan atau untuk mengatasi sesuatu secara spiritual yan dalam praktiknya menggunakan ritual, ramuan atau media air. Penelitian ini berfokus pada persepsi masyarakat terhadap praktik perdukunan khususnya di Kelurahan Wumialo Kecamatan Kota Selatan Kota Gorontalo. Perdukunan dalam konteks ini tidak hanya menyangkut aspek penyembuhan, tetapi juga menyentuh ranah sosial dan spiritual seperti pencarian barang hilang, mengobati kerasukan dan lain-lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggali bagaimana persepsi masyarakat dengan latar belakang sosial dan pendidikan yang beragam masyarakat Wumialo terhadap praktik perdukunan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara, dokumentasi dan observasi langsung kepada masyakat setempat. Penelitian ini menggunakan teori fungsionalisme structural Talcott Parsons. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perspektif masyarakat Kelurahan Wumialo terhadap praktik perdukunan sangat beragam. Sebagian masyarakat mempercayai praktik perdukunan sebagai alternatif dalam mengatasi permasalahan yang tidak dapat dijelaskan secara medis dan persoalan lain yang tidak dapat diselesaikan dengan cara yang biasa. Selain itu terdapat pula masyarakat Wumialo yang tidak mempercayai praktik perdukunan karena sangat berpegang teguh pada nilai dan ajaran agama. Perbedaan perspektif ini menunjukkan adanya dinamika sosial yang ada ditengah kehidupan masyarakat Wumialo.
Copyrights © 2026