Digitalisasi UMKM di kabupaten kepulauan menghadapi tantangan ganda: keterbatasan infrastruktur digital dan rendahnya literasi masyarakat, sehingga keberhasilannya tidak bergantung pada kebijakan pemerintah semata. Kajian sebelumnya cenderung memisahkan peran pemerintah dan organisasi masyarakat, sehingga sifat relasional antara keduanya formal atau informal belum banyak dipahami. Penelitian ini menganalisis strategi Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam mendorong digitalisasi UMKM melalui transaksi digital, mengidentifikasi peran Generasi Emas Nusantara (GEN), serta mengkaji karakter kolaborasi antara kedua pelaku usaha. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus. Data primer dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap unsur pemerintah daerah, koordinator GEN, dan tujuh pelaku UMKM lintas sektor di Sumenep yang dipilih purposif, dilengkapi data sekunder berupa dokumen kegiatan dan kebijakan, lalu dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber. Hasil menunjukkan pemerintah daerah berperan sebagai fasilitator melalui sosialisasi, pelatihan, dan fasilitasi QRIS, sementara GEN berperan sebagai mitra independen dalam edukasi dan pendampingan teknis sesuai karakter tiap sektor usaha. Kolaborasi keduanya bersifat informal dan partisipatif, digerakkan oleh kesamaan visi diinterpretasikan melalui lensa modal sosial gotong royong bukan ikatan kelembagaan formal, dengan kendala dan manfaat program yang berbeda antarsektor. Penelitian ini merekomendasikan penguatan koordinasi yang tetap mempertahankan fleksibilitas kolaborasi informal, pelibatan modal sosial lokal, serta segmentasi program berdasarkan jenis usaha. Kontribusi ilmiah penelitian terletak pada penggabungan kerangka tata kelola kolaboratif dan modal sosial gotong royong untuk menjelaskan digitalisasi UMKM di kabupaten kepulauan.
Copyrights © 2026