Usia sekolah dasar merupakan periode penting perkembangan sistem muskuloskeletal. Pada tahap ini perkembangan lengkung longitudinal medial masih berlangsung dan bentuk lengkung seperti lengkung datar, normal dan tinggi ditemukan sebagai bagian dari variasi fisiologis perkembangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa bentuk dan indeks lengkung longitudinal medial pada anak sekolah dasar. Metode: penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional study, pengambilan sampel dengan simple random sampling sesuai kriteria inklusi dan ekslusi. Subjek penelitian adalah anak berusia 7-12 tahun dengan jumlah 94 orang. Pengukuran lengkung dengan footprint yaitu perhitungan arch index. Analisa data dengan One Way Anova dilanjutkan dengan Pos Hoc untuk mengetahui perbedaan antar kelompok usia. Hasil: sebagian besar anak sekolah dasar memiliki lengkung normal 76,6%, lengkung datar 23,4% dan tidak dijumpai lenkung tinggi. Berdasarkan usia lengkung normal lebih banyak ditemukan pada usia 8-12 tahun dibanding usia 7 tahun. Rerata indeks lengkung tertinggi pada usia 7 tahun (0,287), rerata indeks terendah pada usia 10 tahun (0,257). Analisa statistik terdapat perbedaan indeks lengkung pada kelompok usia sekolah (p=0.049). analisa Pos Hoc menujukkan perbedaan bermakna pada usia 7 dan 10 tahun serta usia 8 dan 10 tahun. Kesimpulan: sebagian besar anak sekolah dasar memiliki bentuk lengkung normal. Indeks lengkung mengalami perubahan sesuai dengan pertambahan usia.
Copyrights © 2026