Penelitian ini bertujuan menganalisis relevansi pemikiran Paulo Freire bagi pengembangan Pendidikan Agama Kristen di era digital. Transformasi teknologi telah memperluas akses terhadap informasi dan media pembelajaran, tetapi sekaligus menghadirkan persoalan berupa banjir informasi, rendahnya literasi digital, berkurangnya interaksi dialogis, serta kecenderungan peserta didik menerima pengetahuan secara pasif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Data diperoleh dari karya-karya yang membahas pedagogi kritis Paulo Freire, Pendidikan Agama Kristen, pembelajaran dialogis, kesadaran kritis, dan pendidikan digital. Data dianalisis melalui analisis isi dengan tahapan identifikasi konsep, klasifikasi tema, interpretasi, dan sintesis hubungan antarkonsep. Hasil kajian menunjukkan bahwa kritik Freire terhadap pendidikan gaya bank, gagasan dialog, kesadaran kritis, humanisasi, dan praksis memiliki relevansi kuat bagi pembaruan Pendidikan Agama Kristen. Pendekatan tersebut menempatkan peserta didik sebagai subjek aktif yang menghubungkan ajaran iman dengan pengalaman, persoalan sosial, serta dinamika kehidupan digital. Implementasinya dapat dilakukan melalui pembelajaran berbasis masalah, diskusi reflektif, analisis kasus digital, proyek kolaboratif, dan tindakan sosial yang bertanggung jawab. Pemikiran Freire juga memperkuat peran guru sebagai fasilitator dialog, pendamping refleksi iman, dan teladan etika digital. Dengan demikian, integrasi pedagogi kritis dalam Pendidikan Agama Kristen berpotensi menghasilkan pembelajaran yang partisipatif, kontekstual, humanis, transformatif, serta mampu membentuk peserta didik yang kritis, beriman, dan bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi.
Copyrights © 2026